Terkuak Profesi Siswi di Jambi yang Mengaku Merasa Dihina Guru Agus, Singgung Gaji dan Dana Komite
January 21, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM - TribunJambi.com mendatangi SMKN 3 Tanjung Jabung Timur pada Senin (21/1/2026).

Di sekolah inilah, Agus Saputra (38) sehari-harinya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.

Namanya tengah jadi perbincangan setelah dikeroyok oleh sejumlah pelajarnya padan 13 Januari 2026 silam.

Berdasarkan keterangan sejumlah rekan kerja Agus, sebelum terjadinya pengeroyokan, ada beberapa peristiwa yang terjadi antara Agus dengan beberapa pelajarnya.

Baca juga: Pintu Kelas Tertutup Berujung Tamparan, Kronologi Lengkap Guru Agus Dikeroyok Siswa SMKN 3 Tanjabtim

Seorang guru yang meminta tidak disebutkan identitasnya mengatakan, Agus sempat tersinggung ketika pintu kelas tertutup ketika ia hendak mengajar.

Teguran ini berujung pada desakan Agus kepada lima hingga tujuh muridnya untuk bikin pernyataan maaf.

"Pernyataan maaf ini cukup sulit, sebab para murid harus bikin video bersama orangtua serta menulis surat pernyataan maaf di atas materai," kata guru tersebut.

Tak lama setelah insiden pintu tertutup, beberapa guru melihat ada dua siswi menangis.

Satu dari siswi itu menangis karena Agus membawa-bawa pekerjaan ayah dari siswi tersebut.

Keesokan harinya, masih kata guru terseut, ayah dari siswi yang menangis ini datang ke sekolah.

Rupanya, ia sehari-harinya kerja sebagai tukang kebun di sekolah tempat siswinya menimba ilmu.

Namun, oleh guru yang lain, ayah siswi itu tidak dipertemukan dengan Agus demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Hilang Usai Insiden Pengeroyokan, Guru Agus Ternyata Laporkan Kepsek dan Guru Lain

Siang hari, sejumlah murid menemui Agus untuk meminta keringanan soal permintaan maaf.

Namun, Agus malah membahas hal lain yang bikin para murid kecwa.

"Tak lama kemudian, terjadilah pengeroyokan yang viral itu," kata guru ini.

KLARIFIKASI KETUA OSIS - Kolase. Ketua OSIS SMK di Jambi memberikan klarifikasi mengenai kasus siswa keroyok guru di sekolahnya.
KLARIFIKASI KETUA OSIS - Kolase. Ketua OSIS SMK di Jambi memberikan klarifikasi mengenai kasus siswa keroyok guru di sekolahnya. (TikTok)

Menangis Karena Singgung Gaji Ayah

Seorang siswa membeberkan kronologi terjadinya pengeroyokan, dan tidak berbeda jauh dengan pernyataan para guru.

Menurut siswa insiial Jm, siswi yang menangis inisialnya Ag.

Sebelum ia menangis, Agus terlebih dahulu marah karena pintu kelas tertutup.

Agus lantas bertanya, siapa yang menutup pintu.

"Saya jawab, Ag yang menutup pintu, tetapi saya yang menyuruh dia," kata Jm.

Jm mengungkapkan, Agus juga menyinggung latar belakang orangtua Ag yang bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah. Bahkan, menurut Jm, pembicaraan sempat mengarah soal gaji orangtua dan dana komite sekolah.

"Ag diam saja di kelas. Setelah kami keluar, dia menangis di kantin," ujar Jm.

Esok harinya, Selasa, Jm menceritakan kejadian lain.

Saat belajar-mengajar berlangsung, ada siswa yang berteriak di dalam kelas. Guru Agus kebetulan melintas dan merasa tersinggung. Dia lalu masuk ke kelas dan menanyakan siapa yang berteriak.

"Salah satu siswa langsung mengaku, lalu ditampar," ungkap Jm.

Siswa yang berteriak lalu mengaku dan ditampar itu berinisial MLF. Berdasarkan keterangan MLF, saat kegiatan belajar mengajar hampir selesai, suasana di kelas ribut. Ia kemudian menegur teman-temannya agar diam. 

"Saya bilang, woi, diam. Tidak tahu kalau beliau lewat depan kelas," kata MLF dalam video wawancara yang diperoleh Tribun Jambi, Sabtu (17/1/2026).

Setelah penamparan tersebut, Jm menuturkan, sejumlah guru dan siswa berusaha menengahi agar tidak pecah keributan.

Namun, emosi sejumlah siswa disebut memuncak hingga terjadi kekerasan fisik. Videonya viral di media sosial. 

Saat kejadian kekerasan, Jm mengaku berada di lapangan dan tidak terlibat langsung.

LAPORKAN KEPALA SEKOLAH - Kolase Agus Saputra, guru honorer di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi yang menjadi korban pengeroyokan siswanya sendiri. Kini setelah laporkan siswa, Agus polisikan kepala sekolah.
LAPORKAN KEPALA SEKOLAH - Kolase Agus Saputra, guru honorer di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi yang menjadi korban pengeroyokan siswanya sendiri. Kini setelah laporkan siswa, Agus polisikan kepala sekolah. (Tangkapan layar Instagram)

Guru Agus Laporkan Rekan Kerja dan Kepsek

Ia menyebut pihak sekolah melakukan pembiaran sehingga kasus ini berlarut-larut.

"Karena saya menuntut keadilan di sini, sudah dibicirakan secara musyawarah, namun mereka membiarkan hal ini berlanjut," ungkapnya, mengutip Tribunnews.com Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, pihak sekolah sudah mengetahui soal perundungan yang dialaminya oleh siswa selama ini.

Sebelumnya, Agus mengaku mendapat perundungan dari para siswa di sekolah tersebut selama bertahun-tahun.

Agus menduga sikap bungkam kepala sekolah dan rekannya itu karena alasan keamanan.

"(Pihak sekolah sudah tahu perundungan berlangsung lama) tapi mereka memang membungkam karena topologi atau geografis penduduk, mereka tinggal di sana," jelasnya.

Ia merasa menjadi satu-satunya guru yang bersikap kritis dan vokal dalam membentuk karakter siswa.

Hal itu justru membuatnya dianggap sebagai beban atau ancaman bagi ketenangan semu di lingkungan tersebut.

"Mereka menjaga mulut dan telinga mereka agar tidak terlalu seperti saya, saya satu-satunya orang yang di sana, terlalu vokal mungkin dianggap atau terlalu kritis membentuk karakter mereka menjadi lebih baik, sehingga mereka merasa ini tidak perlu."

"Namun kenyataannya di lapangan mereka membiarkan ini berlarut-larut," tandasnya.

Lebih jauh, Agus mengungkap adanya intimidasi yang membuat para guru menutupi perilaku siswanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.