TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIR PENGARAIAN - Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Rokan Hulu dinilai belum maksimal memberi sumbangsih pada Pendapat Asli Daerah (PAD) bagi daerah yang dijuluki Negeri Seribu Suluk ini.
Dua BUMD tersebut yakni Perumda Rokan Hulu Jaya (RHJ) yang mengelola pasar modern dan BPR Rokan Hulu.
"Sejauh ini belum memberi sumbangsih maksimal terhadap PAD kita," kata anggota Komisi II DPRD Rohul, Budi Darma pada Tribunpekanbaru.com, Rabu (21/1/2026).
Ia mengakui BUMD Perumda Rokan Hulu Jaya hanya mengelola Pasar. Namun tetap saja, ada peluang di pasar tersebut.
Hanya saja, katanya, para pengurus harus menggali potensi dalam pasar tersebut. Disitulah dibutuhkan kreatifitas pengurus.
"Kita akui ada kendala dalam modal. Ini juga harus bersama dengan pihak eksekutif sebagai pemegang saham untuk menyuntik modal kedepan," katanya.
Begitu juga dengan BPR Rokan Hulu. BUMD ini juga mengalami kendala dalam modal.
"Kita dengar pihak BPR sedang cari modal," katanya.
Ia mengatakan Komisi II juga berencana memanggil pihak dari 2 BUMD tersebut. Sehingga bisa mengetahui rencana bisnis kedepan.
"Harapan kita kan bisa membantu PAD Rohul. Semoga saja kedepan bisa," harapnya.
(Tribunpekanbaru.com/ Palti Siahaan)