TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadhani mengatakan pasar murah di Kutim, Pemkab subsidi Rp200 ribu per paket, Rabu (21/1/2026).
Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur kembali melaksanakan program pasar murah untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok.
Program ini digelar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim dengan tujuan menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli warga.
Baca juga: Pasar Murah Bulog Paser Harapan Warga, LPG 3 Kg dan Sembako Murah Jadi Incaran Akhir Tahun
Dalam skema pasar murah, masyarakat dapat menebus paket sembako senilai Rp300 ribu hanya dengan Rp100 ribu.
Artinya, pemerintah daerah memberikan subsidi hingga Rp200 ribu untuk setiap paket.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan bahwa pasar murah rutin digelar setiap menjelang hari besar keagamaan, ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat akibat lonjakan permintaan dan keterbatasan stok.
“Tentu harapannya ini akan membantu masyarakat di tengah-tengah inflasi dan kenaikan harga yang terkadang nampak signifikan, terutama di hari-hari besar keagamaan,” ujar Nora, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: DPRD Balikpapan Minta Digelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru
Dalam pelaksanaannya, Disperindag bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa untuk mendistribusikan kupon kepada warga yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar bantuan lebih tepat sasaran.
Untuk tahun 2026, Disperindag Kutim mengusulkan alokasi anggaran pasar murah sebesar Rp5 miliar, termasuk biaya operasional.
Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10 miliar, sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Penyesuaian anggaran tersebut membuat cakupan lokasi pasar murah ikut dipangkas.
Baca juga: Jelang Nataru, DPRD Kaltim Dorong Pasar Murah Agar Warga Terhindar dari Lonjakan Harga
Jika sebelumnya program digelar di 18 kecamatan se-Kutim, tahun ini pelaksanaan akan difokuskan pada wilayah prioritas.
“Kemungkinan lokasinya berkurang sekali, kami prioritaskan yang terdekat dahulu, seperti Sangatta, Bengalon, Teluk Pandan dan lainnya,” pungkas Nora. (*)