Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Polres Donggala membangun jembatan darurat untuk memulihkan akses warga terdampak banjir bandang di Desa Labuan Lumbubaka, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan menyusul rusaknya jembatan gantung penghubung Desa Labuan Lumbubaka dan Desa Labuan Toposo akibat terjangan banjir, yang berdampak pada aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data terakhir per 14 Januari 2026, banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebanyak 45 rumah dilaporkan tergenang air dan 45 kepala keluarga terdampak.
Jembatan darurat dibangun menggunakan gorong-gorong yang dipasang di aliran sungai penghubung antara Desa Labuan Kungguma dan Desa Labuan Lumbubaka, dengan dukungan satu unit alat berat excavator.
Baca juga: Pre-Summit 2026, Indonesia–India Kolaborasi Bangun Ekosistem AI Inklusif
Kasi Humas Polres Donggala, Iptu Andhi Mardjianto, mengatakan pembangunan jembatan menjadi prioritas karena kerusakan akses penghubung berdampak langsung terhadap berbagai aktivitas warga, mulai dari perekonomian hingga pelayanan dasar.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga memastikan akses masyarakat kembali terbuka dan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ujarnya kepada TribunPalu.com Rabu (21/1/2026).
Iptu Andhi menyebut, meski status tanggap darurat bencana telah berakhir pada 15 Januari 2026, Polres Donggala tetap melanjutkan kegiatan kemanusiaan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 guna memastikan kondisi masyarakat benar-benar pulih.
Baca juga: Awal 2026, Proyek Rumah Potong Hewan dan Unggas Belum Rampung
Kapolres Donggala juga meninjau langsung posko dan kesiapan personel di lapangan.
Hingga saat ini, jembatan darurat dari gorong-gorong tersebut sudah dapat dilalui pejalan kaki maupun kendaraan, sehingga memperlancar mobilitas warga dan distribusi bantuan.
"Saat ini jembatan darurat itu sudah bisa dilalui warga," kata Iptu Andhi.
Polres Donggala memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, serta menyatakan akan terus mendampingi warga hingga proses pemulihan pascabencana selesai sepenuhnya. (*)