TRIBUNNEWS.COM - Pegiat sosial sekaligus penyuluh antinarkoba, Agus Widanarko, sudah 4 tahun mendirikan tempat bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi anak-anak yatim terdampak Covid-19 di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Tempat bimbel gratis tersebut dinamakan Sanggar Bhineka, terletak di pusat kota Sukoharjo.
Agus Widanarko menjelaskan bahwa Sanggar Bhineka adalah tempat bimbel gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim korban Covid-19 dan kurang mampu.
Tujuan pria yang akrab disapa Danar itu mendirikan Sanggar Bhineka ini adalah sebagai sarana bimbingan belajar bagi para anak yatim korban corona supaya bisa menyelesaikan tugas-tugas di sekolah.
Tidak hanya itu, Sanggar Bhineka juga menjadi sarana trauma healing bagi anak yatim yang ditinggalkan ayah maupun ibunya akibat virus corona.
Pengajar atau pembimbing di Sanggar Bhineka ini ialah para mahasiswa, mulai dari kampus Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo hingga UIN Raden Mas Said dan juga relawan.
Hingga saat ini, sudah ada 15 anak yatim korban corona yang bergabung belajar di tempat les gratis Sanggar Bhineka.
"Sanggar Bhineka ini dibentuk awalnya untuk anak yatim atau yatim piatu atau anak piatu yang orang tuanya meninggal karena covid. Dibentuk setelah covid selesai 2022," kata Danar kepada Tribunnews, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Terobosan Disporapar Sukoharjo Kembangkan Wisata Alam Menuju Kancah Nasional
Sudah tiga kali Sanggar Bhineka berpindah tempat.
Awalnya, tempat Sanggar Bhineka berada di dekat kantor pemerintahan Kabupaten Sukoharjo di Kecamatan Bendosari, lalu pindah karena tempat tersebut hendak digunakan untuk lahan parkir kantor pemkab.
Selanjutnya, tempat Sanggar Bhineka berpindah di kawasan Alun-Alun Satya Negara di Kecamatan Sukoharjo, tetapi kemudian dibongkar untuk pembangunan pusat jajanan serba murah atau pujasera.
Kini, Danar mengkontrak sebuah rumah untuk dijadikan tempat Sanggar Bhineka.
"Aku kepikiran ngontrak untuk sanggar ini agar anak-anak biar senang, nyaman. Akhirnya kita cari kontrakan ini. Kegiatannya memang tidak bukan seperti panti, tidak tidur di sini. Mereka fleksibel, selesai belajar terus pulang," kata dia.
Danar mengaku banyak masyarakat yang peduli dengan sanggar yang ia dirikan dengan memberikan donasi, mulai dari beras, mie instan, hingga buku-buku.
"Sedikit banyak ada yang menolong, tentu kita menerima jika memang ada yang mau membantu dalam bentuk apa pun," tutur pegawai PPPK Disporapar Sukoharjo tersebut.
Kegiatan di sanggar ini tidak hanya belajar, tetapi juga mendapat hiburan berupa dongeng-dongeng yang diceritakan langsung oleh "Gatotkaca".
"Gatotkaca" yang dimaksud adalah Danar yang mengenakan kostum ala tokoh pewayangan yang sangat populer ini.
Ia berkostum ala Gatotkaca dan kemudian menceritakan dongeng-dongeng anak untuk para murid di Sanggar Bhineka ini.
Pantauan wartawan Tribunnews, anak-anak sangat antusias menyimak cerita dongeng dari Danar itu.
Salah satu murid Sanggar Bhineka, Muhammad Fahri (9), mengaku senang mendapat bimbel gratis di sanggar tersebut.
Di sana, siswa kelas 3 SD itu mengaku dapat mengerjakan pekerjaan rumah dengan dibantu oleh para mahasiswa yang membimbingnya.
"Senang bisa belajar, ngerjain PR Matematika, membaca, sama bermain," kata Fahri.
(Tribunnews.com/Rakli)