Identitas Jenazah Pertama Korban Pesawat ATR, Deden Maulana Pegawai KKP, Tangis Istri di Depan Peti
January 22, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Tangis pilu pecah di Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Makassar, Sulsel, Rabu (21/1/2026) malam.

Vera, istri Deden Maulana, tak mampu menahan air matanya ketika menerima jenazah sang suami.

Deden menjadi salah satu korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, pada Sabtu (17/1/2026) lalu.

Pantauan di lokasi, suasana duka semakin terasa sekitar pukul 22.05 WITA, saat jenazah Deden selesai dikemas ke dalam peti.

Peti jenazah berwarna cokelat itu menampilkan nama korban beserta label post mortem PM.62.B.02.

Label ini menandai berakhirnya proses panjang identifikasi yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan Polda Sulsel.

Baca juga: Potongan Tangan jadi Penemuan Korban Ketiga Jatuhnya Pesawat ATR, Black Box & VCR juga Ditemukan

Sebelum jenazah diserahkan, Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, AKBP Elvis J, menyerahkan langsung dokumen hasil identifikasi DVI kepada pihak keluarga.

Dokumen tersebut dibungkus dalam map kuning bertuliskan “DVI”.

Vera menerima berkas itu dengan tangan gemetar, lalu memeluknya erat sambil meneteskan air mata.

Ia menangis di hadapan peti jenazah sang suami.

Vera beberapa kali menunduk, memandangi peti jenazah Deden Maulana. 

Kerabat yang mendampingi tampak berusaha menenangkan. Namun suasana haru tak terelakkan. 

Deden Maulana diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia menjadi korban pertama yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Jenazah Deden ditemukan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.20 WITA di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Proses evakuasi sempat mengalami kendala serius akibat medan yang sangat terjal, akses terbatas.

Terlebih cuaca ekstrem yang menyelimuti kawasan pegunungan.

Medan di lokasi kejadian hampir tegak lurus dengan dominasi bebatuan, sehingga tim SAR harus menunggu waktu yang tepat sebelum melakukan pengangkatan jenazah.

Demi keselamatan, evakuasi baru dapat dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Baca juga: Teka-teki Identitas Jenazah Pertama Korban Pesawat ATR, DVI Polri Kesulitan, Sidik Jari Penyebabnya

 

PESAWAT JATUH - Suratno mengenang perjumpaan terakhirnya dengan Deden Maulana, yang terjadi sehari sebelum insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500.
PESAWAT JATUH - Suratno mengenang perjumpaan terakhirnya dengan Deden Maulana, yang terjadi sehari sebelum insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500. (Istimewa dan Kompas.com)

Setelah melalui proses panjang dan penuh risiko, jenazah Deden Maulana akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel, sekitar pukul 08.54 WITA.

Jenazah Deden diantar menggunakan ambulans milik RSAU dr Dody Sardjoto.

Usai proses identifikasi dinyatakan lengkap, jenazah Deden Maulana kemudian dijemput langsung sang istri di Biddokkes Polda Sulsel sekitar pukul 22.55 WITA.

Setelah prosesi penyerahan selesai, jenazah diberangkatkan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menggunakan ambulans Polda Sulsel berpelat 22116-XIV.

Rencananya, jenazah Deden Maulana akan diterbangkan ke Jalan Mesir II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Deden merupakan korban kedua yang berhasil diidentifikasi.

Sebelumnya, pramugari Florencia Lolita Wibisono.

(TribunTrends/TribunTimur)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.