Tangis Tak Terbendung, Istri Kedua Capt Andy Menanti di Posko: Ingin Ketemu Suami Terakhir Kali
January 22, 2026 02:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tangis pilu tak terbendung dari Widyarlina, istri kedua Capt Andy Dahananto pilot pesawat ATR 42-500.

Dengan mata sembab dan suara bergetar, Widyarlina mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Capt Andy Dahananto untuk terakhir kalinya, sekadar memastikan dan berpamitan.

Penantiannya yang penuh kecemasan pun menggambarkan luka mendalam seorang istri yang masih berharap di balik kabar pahit yang terus berdatangan.

Baca juga: Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Maros, Rekaman Aktivitas Selama Penerbangan Segera Terkuak

Tangis pilu Widyarlina istri kedua Capt Andy Dahananto

Istri kedua Capt Andy Dahananto pilot pesawat ATR 42-500 mengurai curhatan pilu.

Widyarlina langsung berangkat dari Sorokawo, Kabupaten Lawu Timur ke Makassar.

Sudah hari keempat sejak pesawat ATR 42-500 jatuh, Lina masih setia menunggu suaminya.

Capt Andy Dahananto (52) diketahui tinggal di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Di lingkungan rumahnya, Capt Andy dikenal sebagai sosok yang ramah dan berwibawa.

Bahkan ia juga sering bergaul dengan warga sekitar di tengah kesibukannya bekerja.

Capt Andy sudah tinggal di rumah tersebut selama 30 tahun bersama anak dan istrinya.

Sementara itu istri keduanya, Lina, memposting curhatan pilu di akun media sosialnya.

Lina membagikan chat antara dirinya dengan seseorang yang diduga temannya.

Sepertinya teman Lina itu adalah bagian dari Tim SAR yang ikut mencari keberadaan korban pesawat ATR 42-500 yang belum ditemukan.

Ia juga tampak membagikan video call dengan seorang pria.

PILOT PESAWAT - Capt Andy Dahananto (kanan), pilot pesawat ATR Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Andy Dahananto diketahui menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air sejak Juni 2019 dan merupakan lulusan Juanda Flying School angkatan 1987.
PILOT PESAWAT - Capt Andy Dahananto (kanan), pilot pesawat ATR Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Andy Dahananto diketahui menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air sejak Juni 2019 dan merupakan lulusan Juanda Flying School angkatan 1987. (Indonesia Air)

Pada chat itu, teman Lina menanyakan apakah dirinya masih berada di Makassar.

"Masih di mks kah lin," tanya temannya.

Kemudian Lina pun mendoakan Tim SAR yang mencari keberadaan korban diberikan keselamatan.

"Sehat2 ko Phiank, kasiannya kodong temenku, gak tega ka liat kecapean, kehujanan dan kelaparan...

Ya Allah lindung dan mudahkan segalanya buat temenku ya Allah...," tulisnya.

Kemudian Lina juga menjelaskan kalau dirinya memang masih stand by di Makassar.

Ia masih menunggu kabar keberadaan suaminya.

Meski begitu, Lina tampaknya sudah ikhlas dengan kondisi terburuk sang suami.

Lina bahkan mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan suaminya untuk terakhir kali.

"Iya Phiank, nunggu di Makassar ka Phiank. Mau ka ketemu Mas Andy tuk terakhir kalinya...," tulis Lina.

Kemudian temannya itu pun mengaku akan berusaha menemukan Capt Andy.

"Mudah2 an kami bisa temukan lin," balasnya.

"Aamiiinn ya Allah," kata Lina lagi.

Diketahui, hingga saat ini dari total 10 orang (7 kru dan 3 penumpang) yang berada di dalam pesawat ATR 42-500, baru dua jenazah yang berhasil ditemukan.

Pesawat yang disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat terbang menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tim SAR gabungan telah mengevakuasi dua jenazah dari lokasi kejadian.

Proses pencarian dan evakuasi korban lainnya masih terus berlangsung.

Satu jenazah sudah teridetifikasi ata nama Florencia Lolita Wibisono, sang pramugari.

Sementara pilot, copilot, dan seorang pramugari lagi belum ditemukan.

Satu jenazah lainnya belum diidentifikasi karena masih dalam perjalanan ke RS Bhayangkara.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.