Taman Budaya Bantul Bakal Dibangun di Pajangan Lewat Kucuran Danais Rp20,730 Miliar
January 22, 2026 03:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan membangun Taman Budaya Bantul di Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan dengan kucuran anggaran Dana Keistimewaan (Danais) sekitar Rp20,730 miliar.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Yanatun Yunadiana, mengatakan, master plan pembangunan tersebut telah ada. Rencananya, Taman Budaya Bantul akan dilengkapi beberapa fasilitas.

Fasilitas taman budaya

"Beberapa fasilitas itu berupa gapura, kios UKM (usaha kecil menengah) dan pasar seni, musala, landmark, pendopo, gedung pertunjukan tertutup/studio, sanggar budaya anak, galeri, pertunjukan terbuka, dan kios souvenir," katanya, kepada awak media, Rabu (21/1/2026).

Disampaikannya, lelang pengerjaan proyek itu akan dilakukan pada akhir Januari 2026. Kemudian, pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai pada Maret mendatang yang terbagi menjadi tiga tahap atau tiga tahun, sehingga diharapkan selesai pada 2028.

"Pada akhir bulan Januari ini, kami akan melakukan tender atau lelang untuk menentukan rekanan yang akan mengerjakan fisik. Kemudian setelah dapat pemenang di sekitar bulan Maret nanti mulai kita bangun, harapannya selama delapan bulan tahap pertama atau di bulan November selesai," jelas dia.

Pada tahap pertama akan difokuskan pada pematangan lahan, dikarenakan kondisi lokasi bangunan berada di jurang dan perbukitan. Dengan begitu, tahap awal ini lebih banyak atau sebagian besar untuk pematangan lahan.

"Selanjutnya, akan dibangun akses jalan, kantor pos satpam, kios UKM, pasar seni, dan sebagainya. Nantinya, pengerjaan tersebut akan dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul," ujarnya.

Danais

Kendati demikian, Yanatun menyampaikan bahwa penyelesaian pengerjaan proyek tersebut tidak terlepas dari alokasi Danais yang diberikan oleh Paniradya Kaistimewan DI Yogyakaarta. Walau begitu, pihaknya berharap pengerjaan tersebut dapat berjalan lancar.

Adapun konsep Taman Budaya Bantul tersebut akan menggabungkan unsur budaya dan pariwisata. Seluruh event budaya direncanakan akan dipusatkan di kawasan tersebut. Apalagi, lokasi yang strategis di pegunungan, diharapkan tidak hanya sebagai taman budaya, tetapi juga menjadi tempat wisata.

"Kami berharap keberadaan Taman Budaya Bantul dapat mendorong penyelenggaraan event budaya dalam skala yang lebih besar dan terpusat di satu lokasi. Apalagi, di Pajangan akan dibangun UIN juga, nanti harapannya budaya di sana lebih berkembang dan luas lagi," pintanya.

Selain itu, kehadiran Taman Budaya Bantul diharapkan menjadi bagian pemerataan pembangunan, sehingga pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan Jalan Parangtritis atau Jalan Bantul. Atas dasar hal tersebut, pihaknya memilih lokasi pembangunan Taman Budaya Bantul di Pajangan. Proyek itu dibangun di atas tanah seluas lima hektare.

"Jadi, tempat yang strategis dan representatif, masyarakat dapat mengekspresikan budaya melalui galeri museum maupun kios UKM. Maka, tidak hanya kesenian, tetapi juga seni rupa dan produk budaya diharapkan semakin terekspos," tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, berujar, pembangunan Taman Budaya Bantul menelan anggaran sekitar Rp20,730 miliar.

"Untuk pagu anggaran Taman Budaya Bantul pada tahun 2026 sebesar Rp20,730 miliar. Itu menggunakan Danais," tandas dia.(nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.