TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Umat Islam di seluruh dunia kini memasuki bulan Syaban 2026 dimulai dari 20 Januari 2026.
Mengingat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari, banyak umat Muslim mulai bergegas memastikan kewajiban puasa tahun lalu telah tuntas terlaksana.
Bulan Syaban pun menjadi kesempatan terakhir sekaligus momen krusial bagi mereka yang masih memiliki tanggungan atau utang puasa (qadha) untuk segera melunasinya sebelum bulan Ramadhan tiba.
Muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keabsahan melunasi utang puasa di penghujung waktu ini, terutama jika sudah melewati pertengahan bulan Sya'ban.
Apakah membayar utang puasa di bulan ini tetap mendapatkan pahala ganda atau justru ada batasan waktu tertentu yang harus diperhatikan menurut pandangan para ulama?
Berikut jawabannya!
• Jadwal Puasa Syaban 2026 Lengkap Senin-Kamis, Ayyamul Bidh hingga Nisfu Syaban
Melunasi utang puasa Ramadan di bulan Syaban diperbolehkan menurut mayoritas ulama.
Bahkan dianjurkan karena Syaban adalah kesempatan terakhir sebelum masuk Ramadan berikutnya.
Dalilnya berasal dari hadis Aisyah RA yang menunda qadha puasanya hingga Syaban, serta penjelasan ulama seperti Ibnu Rusyd dan fatwa MUI.
Dari Hadis Aisyah RA berkata:
“Aku memiliki utang puasa Ramadan, dan aku tidak mampu melunasinya kecuali di bulan Syaban karena sibuk melayani Rasulullah SAW.” (HR. Muslim).
Hadis ini menjadi dasar bahwa qadha puasa boleh dilakukan di bulan Syaban.
Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan qadha puasa boleh dilakukan di bulan Syaban, termasuk di paruh kedua bulan, meski ada hadis larangan puasa setelah pertengahan Syaban.
Larangan itu menurut ulama ditujukan pada puasa sunnah, bukan qadha yang sifatnya wajib
• Awal Puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah Resmi Ditetapkan Tanggal 18 atau 19 Februari 2026 Cek Disini
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta‘ala
Artinya:
“Aku berniat puasa besok untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah Ta’ala.”
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!