TRIBUNHEALTH.COM - Apakah penderita kadar gula darah boleh makan nasi? Singkatnya boleh, dengan catatan tertentu.
Jenis nasi atau beras yang dipilih, cara memasaknya, dan seberapa banyak porsinya akan sangat menentukan.
Memperhatikan beberapa hal tersebut dapat mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan nasi.
Melansir kanal kesehatan HealthShots, berikut ini penjelasannya.
Tidak semua nasi memiliki indeks glikemik yang sama.
Nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi, namun banyak alternatif pengganti.
Disarankan memilih beras merah, beras cokelat, atau beras dengan butir panjang.
Beras tersebut memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan lebih ramah untuk kadar gula darah.
Baca juga: 5 Alasan Penderita Diabetes Dianjurkan Makan Beras Merah
Tingkat kematangan nasi ternyata cukup berpengaruh.
Disarankan untuk memasak nasi hingga tekstur al dente, yakni ketika nasi agak keras dan tidak terlalu lunak.
Hindari memakan nasi yang baru matang.
Mendinginkan nasi yang telah dimasak semalaman dapat meningkatkan pati resisten, sehingga menurunkan indeks glikemiknya.
Baca juga: Pengidap Diabetes Lebih Baik Makan Nasi Dingin, Bantu Kontrol Gula Darah dan Punya Sederet Manfaat
Merendam beras beberapa jam sebelum dimasak dapat mempengaruhi tekstur nasi saat masak.
Hal ini disebutkan juga dapat mengurangi kandungan pati, kendati bukti ilmiah masih lemah.
Saat menyajikan nasi, separuh piring dapat diisi dengan sayuran non-pati, disertai sumber protein seperti ayam, ikan, atau tahu.
Nasi juga dapat dicampur dengan kacang-kacangan seperti lentil, buncis, atau kacang garbanzo untuk memperlambat penyerapan karbohidrat dan menjaga kestabilan gula darah.
Respons gula darah setiap orang bisa berbeda setelah makan nasi.
Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai apakah aman atau tidak mengonsumsi nasi, serta seberapa banyak yang diizinkan.
(TribunHealth.com)