Jalur Jalan Pinogaluman - Dumoga di Bolmong Bisa Dilalui, Pengendara Harus Menyeberangi Sungai Kecil
January 22, 2026 03:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLMONG - Meski jembatan darurat belum dibangun, namun pengendara sudah bisa melintas lagi di  jalur penghubung Pinogaluman - Dumoga di Desa Pindol, di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Jarak antara Lolak Ibukota Kabupaten Bolmong dan Desa Pindol 19 kilometer atau 26 menit.

Namun kendaraan harus melintasi sungai kecil di samping jalan yang amblas.

Baca juga: Jalan Pinogaluman - Dumoga Bolmong Sulawesi Utara, Kini Bisa Dilalui Kendaraan

Jalur jalan tersebut sempat tak bisa dilalui lantaran jalannya amblas.

Beruntung sungai bisa dilalui lantaran kapasitas airnya tidak naik.

Sehingga untuk sementara waktu jalan tersebut sudah bisa dilalui kembali, Rabu (21/01/2025).

Hal ini dibenarkan kepala UPTD wilayah II PUPR Sulut Lucky Sugeha.

"Sekarang posisinya kendaraan sudah bisa lewat baik mobil ataupun motor," ucapnya.

Namun, Lucky mengatakan bahwa kondisi ini bisa dilalui bila tidak turun hujan lagi.

"Jembatan darurat sedang kita usahakan jadi kita putuskan buat jalan namun diisi tanah dan sirtu agar kendaraan bisa lewat sementara," jelasnya.

Kondisi jalan yang bisa dilalui ini kata Lucky atas koordinasi pihaknya dengan Babinsa setempat serta masyarakat.

"Kebetulan di desa Pindol ada salah satu pemilik stone crusher (gilingan baru) dan pemilik tersebut juga turut membantu dengan mengisi material serta satu alat berat untuk jalan sementara ini," jelasnya.

Lucky menjelaskan bahwa jalan Pinogaluman-Dumoga sudah bisa dilalui sejak pukul 17.00 WITA sore namun dengan kondisi jalan yang masih melewati air.

"Yang penting sekarang aktifitas masyarakat tidak putus total," ucapnya.

"Sekarang kita usahakan jembatan darurat agar aktifitas lebih normal lagi walau hujan turun," tandasnya.

Jauh Jika Lewat Kotamobagu

Akibat amblasnya jalan penghubung antara Pinogaluman-Dumoga, masyarakat kehilangan waktu dan jarak yang lebih jauh untuk sampai ke ibu kota Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara dan begitupun sebaliknya.

Hal ini diakui salah satu masyarakat asal desa Tapadaka, Kecamatan Dumoga Tenggara Faisal Amu pasca amblasnya jalan penghubung di desa Pindol tersebut.

"Mulai hari ini sampai jembatan darurat selesai harus lewat jalan memutar lewat Kotamobagu," ucapnya Rabu (21/01/2025).

Isal sapaan akrabnya ini mengatakan bahwa biasanya bila melewati jalur Pinogaluman - Dumoga hanya menempuh waktu 1 jam 5 menit sedangkan bila memutar waktu yang ditempuh sampai 2 jam dari Dumoga ke Lolak.

"Selain waktu, tentu BBM juga jadi lebih banyak dikonsumsi kendaraan seperti saya pakai mobil," ucapnya.

Faisal juga mengakui bahwa dengan adanya jalan Pinogaluman - Dumoga seluruh ASN yang ada di Dumoga lebih memilih jalur ini dibanding harus memutar melewati Kotamobagu.

"Bukan hanya ASN, masyarakat juga yang ingin mengurus berkas dan semacamnya juga pasti lewat jalur tersebut," ucapnya.

Dirinya berharap, pihak UPTD wilayah dua bisa segera menyelesaikan jembatan darurat agar kondisi ini tidak berlarut-larut.

"Semoga secepatnya jembatan darurat bisa segera selesai," tandasnya.

Sementara itu kepala UPTD wilayah II Sulut Lucky Sugeha mengatakan pihaknya akan segera mempercepat pembuatan jembatan darurat agar aktifitas masyarakat bisa kembali normal.

"Kita sudah konsultasi dan kita putuskan bangun jembatan darurat secepatnya," tambahnya.

Perlu diketahui, salah satu titik di ruas jalan penghubung antara Pinogaluman-Dumoga amblas setelah hujan mengguyur Bolmong sejak Selasa (20/01) siang hingga malam.

Amblasnya jalan tersebut diketahui sekitar pukul 03.00 WITA dini hari.

Akibatnya seluruh ASN dan masyarakat harus memutar jalur. (PIN)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.