TRIBUNKALTIM.CO - BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 pukul 05:44 WIB di wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara.
Titik pusat gempa berada 98 km Tenggara Boalemo pada koordinat 0.31 LS dan 122.63 BT dengan kedalaman 64 km.
Informasi ini diunggah resmi oleh akun X @infoBMKG dan bersifat cepat; hasil pengolahan data dapat berubah seiring kelengkapan data lebih lanjut.
Baca juga: Barusan! Info BMKG Gempa Sigi Sulteng Hari Ini 22 Jan 2026, Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu
"Gempa Mag:5.4, 22-Jan-2026 05:44:45WIB, Lok:0.31LS, 122.63BT (98 km Tenggara BOALEMO-GORONTALO), Kedlmn:64 Km. Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," demikian info di akun X@infoBMKG.
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam kerak bumi.
Energi ini biasanya disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik, retakan batuan, atau aktivitas vulkanik.
Secara lebih detail:
Penyebab Gempa Bumi:
Pergerakan Lempeng Tektonik: Tumbukan, geseran, atau pergeseran lempeng bumi, yang paling umum terjadi.
Aktivitas Vulkanik: Letusan gunung berapi bisa menimbulkan gempa vulkanik.
Retakan atau Runtuhan Batuan: Gempa dangkal bisa terjadi akibat runtuhnya batuan di bawah tanah, misalnya di tambang atau gua besar.
Bagian Gempa Bumi:
Hiposentrum / Fokus: Titik di dalam bumi tempat energi gempa dilepaskan.
Episentrum: Titik di permukaan bumi tepat di atas hiposentrum, biasanya tempat getaran terasa paling kuat.
Jenis Gempa:
Gempa Tektonik: Disebabkan pergeseran lempeng.
Gempa Vulkanik: Disebabkan aktivitas gunung berapi.
Gempa Runtuhan / Induksi: Disebabkan runtuhnya batuan atau aktivitas manusia.
Efek Gempa Bumi: Guncangan dapat merusak bangunan, jalan, dan infrastruktur. Gempa yang kuat juga bisa memicu tsunami bila terjadi di dasar laut.
Gempa ini tercatat dalam kategori menengah dengan kedalaman cukup dalam sehingga getaran terasa di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Warga diimbau tetap tenang dan waspada, terutama di daerah rawan bangunan tua atau zona tanah longsor.
Pastikan evakuasi dan jalur aman diketahui, serta hindari area rawan gempa hingga informasi resmi lebih lanjut.
Pantau selalu kanal resmi BMKG untuk update gempa terkini dan informasi keselamatan gempa bumi.
BMKG menyediakan beberapa sumber resmi untuk memantau gempa bumi secara cepat dan langsung:
1. Gempa Bumi Real-time BMKG – Menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.
2. Halaman Gempa Bumi Terkini BMKG – Informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
3. InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) – Situs inti untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.
4. Aplikasi Resmi Info BMKG – Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.
Berikut langkah mudah untuk cek gempa terkini:
1. Buka situs utama BMKG: https://www.bmkg.go.id/
2. Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.
3. Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.
4. Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.
Dengan aplikasi Info BMKG, Anda juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.
BMKG mengoperasikan jaringan seismograf luas dan sistem peringatan dini gempa serta tsunami untuk memberi informasi cepat dan akurat kepada publik.
Dalam sistem InaTEWS, informasi gempa dan potensi tsunami dapat terbit hanya dalam beberapa menit setelah gempa terjadi, dengan parameter seperti:
Info ini sangat penting untuk langkah keselamatan.
Baca juga: Perbedaan Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik, Pengertian Gunung Meletus
Berikut langkah keselamatan yang disarankan jika terjadi gempa:
Sebelum Gempa
Saat Gempa
Setelah Gempa
Dalam setiap rilis gempa bumi, BMKG tidak hanya menyebut magnitudo, tetapi juga menampilkan skala intensitas guncangan I–X.
Skala ini dikenal sebagai Skala Intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity), yang menggambarkan seberapa kuat gempa dirasakan di permukaan, bukan besar energi gempanya.
I: Tidak dirasakan manusia, hanya terekam alat seismograf.
II: Dirasakan sangat lemah oleh beberapa orang dalam kondisi diam.
III: Dirasakan nyata di dalam rumah, benda gantung sedikit bergoyang.
IV: Dirasakan banyak orang, pintu dan jendela berderik.
V: Hampir semua orang merasakan, barang ringan jatuh, jam dinding berhenti.
VI: Kerusakan ringan mulai terjadi, retak rambut pada dinding.
VII: Kerusakan sedang, bangunan kualitas rendah rusak.
VIII: Kerusakan berat, dinding runtuh, perabot besar bergeser.
Baca juga: Baru Saja! Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Barat Daya Malang Pagi Ini, Info BMKG
IX: Kerusakan sangat berat, bangunan roboh sebagian besar.
X: Kehancuran hampir total, tanah retak, infrastruktur lumpuh.
Penting Dipahami
Magnitudo ≠ Intensitas
Magnitudo: energi gempa (satu nilai).
Intensitas (I–X): dampak gempa di suatu lokasi (bisa berbeda tiap daerah).
Gempa magnitudo kecil bisa terasa kuat jika: