TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhum Godbless Solang di Perumahan Land of Grace, Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (22/1/2026).
Dalam rangkaian ibadah penghiburan, Pemuda Remaja GMIM Abraham Matungkas turut mempersembahkan pujian.
Dua lagu dinyanyikan, yakni Ada Satu Sobatku dan Lagu Remaja GMIM.
Pujian tersebut dinyanyikan sambil menghadap langsung ke peti jenazah.
Sejumlah pemuda remaja tampak tak kuasa menahan air mata.
Beberapa di antaranya terlihat mengusap wajah yang basah oleh tangisan.
Meski begitu mereka tetap melanjutkan nyanyian sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sahabat mereka.
Pujian penghiburan juga dinyanyikan oleh sejumlah pelayat lainnya.
Seolah menambah suasana duka yang mendalam di dalam rumah duka.
Di sisi lain, sang oma korban tampak terus menangis.
Duduk di kursi bersama keluarga, ia terlihat tak henti menitikkan air mata sejak pujian dinyanyikan hingga ibadah berlangsung.
Isak tangisnya pecah, mencerminkan duka mendalam atas kepergian cucu tercinta.
Diketahui, Godbless Solang meninggal dunia pada usia 13 tahun 6 bulan 17 hari karena kasus penikaman di Manado.
Kepergiannya yang begitu mendadak meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta teman-teman sekolah dan sepermainannya.
Sosok Godbless Solang di Mata Teman-temannya, Dikenang Baik dan Suka Menolong
Kepergian Godbless Solang meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga teman-teman terdekatnya.
Godbless merupakan siswa di SMP Negeri 1 Manado.
Kabar kematiannya pun sangat terasa di lingkungan sekolah.
Sejumlah teman sekolah terlihat datang melayat dan mengikuti ibadah pemakaman di rumah duka di Perumahan Land of Grace Matungkas, Minut, Sulut pada Kamis (22/1/2026).
Salah satunya, Alvian, mengungkapkan kenangannya terhadap almarhum.
Menurut Alvian, Godbless dikenal sebagai pribadi yang sangat baik dan mudah bergaul.
“Dia orangnya baik, suka bantu teman-teman. Kalau ada yang kesusahan, dia selalu ada,” ujar Alvian di sela ibadah pemakaman.
Ia juga menyebutkan bahwa Godbless merupakan sosok yang aktif di sekolah dan tidak pernah membeda-bedakan dalam pergaulan.
Kepergian almarhum pun disebut sangat memukul hati para sahabatnya.
“Tentu kami semua terpukul. Selamat jalan bro, semoga tenang di sana,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca.
Sebelumnya, Godbless Solang ditemukan tak bernyawa di Lingkungan I Mahakeret, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut pada Rabu (21/1/2026).
Dari hasil penyelidikan, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung kiri.
Terduga pelaku telah diamankan oleh Polresta Manado kurang dari 24 jam setelah kejadian.
(TribunManado.co.id/Pet)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK