Akses Desa Tambak dan Sotol Tak Putus Lagi, Banjir di Bantaran Sungai Kampar Pelalawan Mulai Surut
January 22, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Banjir yang melanda daerah bantaran di Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan Riau semakin surut, seiring dengan penurunan debit air dalam satu pekan terakhir.  

Jalan ke beberapa desa yang sempat terputus akibat terendam banjir dalam dua pekan ini, menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sehingga akses transportasi masyarakat tidak lagi terganggu untuk beraktivitas sehari-hari.

Kondisi banjir selalu dipantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan secara rutin. 

"Debit Sungai Kampar turun cukup signifikan hari ini. Sudah seminggu ini elevasinya turun terus," beber Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (22/1/2026).

Dikatakannya, tinggi permukaan Sungai Kampar turun 13 Centimeter pada Kamis (22/1/2026) dibandingkan sehari sebelumnya. Elevasi saat ini diangka 2,2 meter di atas batas normal Sungai Kampar tepatnya di penyeberangan ponton Langgam. 

Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang semakin menurun, baik di Pelalawan maupun di bagian hulu sungai.

Selain itu, air kiriman dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar juga kian sedikit.

Sehingga penurunan ini berdampak baik di wilayah bantaran sungai yang selama ini terendam banjir.  

Baca juga: Pemprov Riau Kebut Pembentukan Koperasi Merah Putih, Libatkan TNI untuk Percepatan

Baca juga: Seminggu Diintai, Pelarian Pengedar Narkoba di Pelalawan Ini Berakhir: Simpan 20 Paket Sabu

"Banjir di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam sudah kering total. Akses jalan dan bangunan sekolah tidak ada genangan lagi," tambah Zulfan. 

Selain itu, akses penghubung Desa Tambak dan Desa Sotol Kecamatan Langgam yang sempat terputus selama dua pekan sudah mulai surut.

Kendaraan beruapa sepeda motor dan mobil milik warga sudah bisa melintas, karena genangan air tinggal 10 sampai 15 centimeter.

Warga yang ingin melintas tidak perlu lagi menggunakan sampan atau kapal kayu bermotor. 

Namun akses ke Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci masih terputus sampai hari ini.

Air yang merendam jalan masuk ke perkampungan dari Jalan Koridor RAPP masih cukup tinggi dan belum bisa dilintasi kendaraan. 

"Airnya masih cukup dalam, karena posisi jalan itu sangat rendah sekali. Warga masih pakai pompong untuk melintas," ungkap Zulfan.

Secara umum kondisi di Pelalawan masih aman dari banjir tahunan yang melanda setiap tahunnya.

Debit Sungai Kampar belum menunjukkan peningkatan signifikan yang merendam wilayah bantaran sungai seperti tahun-tahun sebelumnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.