TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakak Florencia Lolita Wibisono alias Olen, Natasya Wibisono tak kuat menahan tangisnya atas insiden yang dialami adiknya dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Suaranya bergetar, air mata pun tak terbendung usai mengenang sosok adiknya yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut itu.
Sambil didampingi sang suami, Felix Agoes, Natasya terus mencoba menahan tangisnya itu. Apalagi, saat ini ia harus kehilangan sosok yang ceria di keluarga.
"Adik aku itu sosok yang ceria. Dan... dia suka bantu orang. Walaupun mungkin dia enggak ada, tapi dia selalu usahakan untuk orang lain," kata Natasya kepada wartawan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026).
Rasa tak percaya masih terus menghantuinya meski jenazah sang adik sudah berada di peti mati dan disemayamkan.
"Walaupun sampai dia enggak ada, saya masih enggak percaya. Tapi belajar untuk terima, ikhlas. Karena mungkin kelihatannya tragis, tapi ternyata adik saya banyak memberkati banyak orang," ungkapnya.
"Banyak komen-komen yang masuk yang mungkin saya enggak bisa lihat satu-satu. Cuma sekilas-sekilas, tapi semua orang bilang dia adalah sosok yang baik," sambungnya.
Sebagai kakak, Natasya mengaku menjadi tempat untuk Olen menyampaikan curahan hatinya. Apalagi, baru tiga bulan terakhir Olen bergabung dengan PT Indonesia Air Transport.
Tak ada cerita negatif yang disampaikan Olen. Almarhumah, kata Natasya sangat bahagia bisa dipertemukan dengan orang-orang yang baik semasa ia bekerja.
"Hampir setiap hari dia hubungin saya, dia cerita gimana dia happy-nya di sana. Ketemu banyak orang-orang baik. Dan aku lihat memang perubahannya itu sangat signifikan gitu. Dan aku yakin adikku pergi dengan senang gitu, dengan happy," tuturnya.
"Jadi yang keluarga mau ingat adalah adik yang cantik, adik yang baik hati, adik yang ceria. Jadi keluarga hanya ingin mengingat itu saja," imbuhnya.
Hal yang sama juga disampaikan Felix. Menurutnya, kondisi adik iparnya dalam beberapa waktu terakhir sangat bahagia.
Sehingga Felix mengatakan keluarga besar Florencia pun seperti mendapat anugerah dari Tuhan bisa mempunyai sosok seperti adik iparnya tersebut.
"Mungkin bagi kami ngelihatnya kematiannya tragis, cara matinya. Tapi ketika melihat semua respon, baik teman-teman, sahabat, saudara, saya rasa cara hidupnya Olen lebih baik diingat. Karena cara hidupnya memberkati banyak orang," tuturnya.
Untuk informasi, Proses evakuasi dan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan masih berlangsung.
Hingga Rabu (21/1/2026) kemarin, sudah ada dua korban yang berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.
Baca juga: Tangis Kerabat dan Rekan Pecah di Depan Peti Mati Florencia Lolita Saat Prosesi Ibadah di Rumah Duka
Kedua korban tersebut adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana dan pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono.
Jenazah Deden ditemukan di jurang terjal di Gunung Bulusaraung. Sementara Florencia Lolita Wibisono juga ditemukan di jurang tersangkut pohon.
Florencia sendiri merupakan pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (17/1/2026).
Jenazah Florencia diterbangkan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/1/2026) malam.
Pihak keluarga terlebih dahulu melaksanakan prosesi peribadatan di Rumah Duka Grand Heaven juga memberi waktu bagi keluarga dan kerabat menyampaikan salam perpisahan terakhir," kata salah seorang petugas, Kamis (22/1/2026).
Isak tangis keluarga menyambut jenazah Florencia di Gudang Lion Grup, Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten.