Warga Deli Tua Tak Menyangka Tetangga Sekeluarga Tewas Tertabrak Kereta Api di Tebingtinggi
January 22, 2026 04:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rabu 21 Januari 2026 kemarin malam, selepas magrib, Arma, dan beberapa anggota keluarganya sedang bersantai di rumahnya.

Suasana malam itu tak ada yang berbeda dengan malam-malam sebelumnya.

Orang lalu lalang dengan sepeda motor, maupun jalan kaki di Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Tiba-tiba, dari balik tembok ia mendengar orang berkumpul di depan rumahnya.

Mereka berbicara berbisik-bisik penuh keresahan.

Karena penasaran, Arma keluar dari rumah dan menanyakan kenapa tetangganya itu berkumpul.

Disinilah ia mendapat kabar, kalau tetangga sebelah kanan rumahnya mengalami kecelakaan tragis.

Mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP, yang ditumpangi tetangganya itu tertabrak kereta api di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, sekira pukul 18:30 WIB.

Meski sudah mengetahui kecelakaan, namun Arma dan warga lainnya belum mendapat informasi pasti bagaimana nasib mereka.

Tak lama kemudian, Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi datang untuk memastikan alamat warganya.

Rupanya, terkonfirmasi kalau empat orang tetangga Arma, yakni Zahara (80) dan kedua anaknya Zaitun, Daratul Laila, serta seorang anak usia 7 tahun, anak dari Laila, tewas.

Seketika, warga yang berkumpul syok dan tak mengira peristiwa tragis merenggut nyawa sebanyak 9 orang.

Mereka pun langsung bergegas mendirikan tenda serikat tolong menolong (STM) menyambut empat jenazah yang tiba sekitar pukul 03:00 WIB, dinihari.

"Jam 3 an, tadi pagi jenazah nyampe sini. Kami tetangga kaget dapat kabar kecelakaan ini,"kata Arma, ditemui di rumahnya, Kamis (22/1/2026).

Arma menjelaskan, tetangganya itu berangkat dari Deli Tua ke Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri undangan keluarga yang pesta.

Mereka menumpang mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP yang dikemudikan Kadir Al Zailani.

Sepulang undangan, mereka ingin menjenguk adik dari Zahara (80) di Kota Tebingtinggi.

Nahas, sebelum sampai ke rumah yang mau dijenguk, mobil mereka tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang.

"Kejadiannya jam 7 malam, mereka undangan ke batubara, mau singgah ke Tebing lihat saudaranya sakit. Rupanya itulah kejadiannya pas di tebing itu."

Arma mengatakan, para tetangganya yang meninggal akibat kecelakaan dikenal baik, dan akrab dengan tetangga.

Mereka dikenal keluarga agamis, yang memiliki ketokohan.

Zahara sendiri dikenal sebagai seorang ustazah yang juga guru mengaji di rumahnya.

"Baik mereka sekeluarga. Uni Zahra ini guru ngaji."

Isak tangis pecah di rumah duka korban tewas kecelakaan mobil VS kereta api Sri Billah Utama, yang terjadi di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi pada Rabu (21/1/2026) kemarin.

Keluarga, kerabat yang datang ke rumah berwarna hijau, dan pagar hitam tak kuasa membendung air matanya.

Mereka bersalaman, berpelukan, seakan saling menguatkan, atas kejadian tragis yang menewaskan 9 orang, sekeluarga di Jalan Purwo, Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Di luar, puluhan warga, baik laki-laki maupun perempuan tak henti-hentinya datang silih berganti.

Peristiwa yang merenggut 9 nyawa ini begitu mengejutkan, dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Hari yang diawali dengan datang ke pesta ke kerabat yang mengadakan hajatan, berubah menjadi peristiwa tragis.

Adapun korban dibawa ke 3 rumah duka yang berbeda, yakni di Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Medan Marelan, dan Kecamatan Tanjung Morawa.

Untuk di Deli Tua, korbannya ialah Zahara (80) dan kedua anaknya Zaitun dan Daratul Laila, serta seorang anak usia 7 tahun, anak dari Laila.

Mereka disemayamkan dalam satu rumah dan dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumah.

Kepala Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Juliadi mengatakan, awalnya ia mendapat kabar kalau warganya jadi korban tewas kecelakaan antara mobil dan kereta api di Tebingtinggi.

Supaya memastikan, ia datang ke rumah korban dan ternyata benar warganya.

Untuk korban, sebenarnya ada 6 orang warganya yang tewas.

Namun untuk 2 lagi, yakni Rizal dan istrinya Risnawati, dibawa ke Kecamatan Tanjung Morawa 

"Yang menjadi korban kecelakaan adalah warga kami 6 orang. Ada 2 yang dikebumikan di Tanjung Morawa,"kata Juliadi, Kamis (22/1/2026).

Juliadi mengungkapkan, peristiwa tragis merenggut nyawa ini bermula pada Rabu 21 Januari lalu, ketika 4 korban bersama 5 orang lainnya berangkat ke wilayah Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri acara keluarganya.

Mereka menumpangi mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP, yang dikemudikan korban bernama Abdul Kadir Al Zailani.

Sepulang dari Batu Bara, mereka hendak singgah ke Kota Tebingtinggi, menjenguk adik dari Zahara.

Namun, belum sampai ke lokasi, mobil yang mereka tumpangi tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang, sekira pukul 18:30 WIB.

Akibatnya, sembilan orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.

"Almarhum pergi ke tempat acara keluarga, kemudian pulangnya mau ke rumah keluarga yang sakit."

 

(cr25/Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.