Dalam unggahannya, Tabrizi menyatakan rudal tersebut diluncurkan ke arah Siberia, Rusia, dan diklaim mendapat izin serta persetujuan dari pemerintah Rusia. Klaim ini langsung memicu spekulasi luas terkait kemampuan militer Iran yang selama ini menjadi sorotan dunia.
Mengutip laporan MEMRI TV pada Rabu (21/1/2026), lokasi peluncuran rudal diduga berada di Provinsi Semnan, wilayah utara Iran yang selama ini dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi antariksa dan persenjataan negara tersebut. Jarak antara Semnan dan wilayah Siberia diperkirakan mencapai sekitar 6.000 kilometer.
Mehdi Seif Tabrizi bukan sosok asing di media Iran. Ia kerap muncul sebagai narasumber di berbagai media yang terafiliasi dengan pemerintah, seperti Tehran Times dan IRNA. Namun demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran terkait kebenaran uji coba rudal antarbenua tersebut.
Klaim serupa sebenarnya pernah mencuat pada September 2025. Saat itu, analisis citra satelit oleh The Associated Press mengindikasikan Iran diduga melakukan uji coba rudal rahasia di Pelabuhan Antariksa Imam Khomeini, yang juga berlokasi di Semnan.
Apabila klaim jangkauan 10.000 kilometer tersebut benar, maka rudal yang diuji coba Iran berpotensi menjangkau kota-kota besar di pantai timur Amerika Serikat, termasuk New York dan Washington DC. Hal ini tentu akan menjadi perkembangan signifikan dalam dinamika keamanan global.
Unggahan Tabrizi muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, menyusul gelombang demonstrasi besar di Teheran yang memicu sorotan internasional.
Meski masih bersifat klaim sepihak, pernyataan ini kembali menghidupkan kekhawatiran dunia terhadap program rudal Iran serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global.
# Rudal # Siberia # Rusia # akademisi # Rusia #