Basarnas Mamuju Kerahkan 22 Personel Bantu SAR Cari Penumpang Pesawat ATR 42-500
January 22, 2026 05:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju mengerahkan 22 personel untuk mendukung Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak pada rute Yogyakarta–Makassar.

Pesawat dengan jumlah 10 orang tersebut dilaporkan hilang di wilayah Maros–Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (19/1/2026) sore.

Pengerahan personel dilakukan melalui skema Bantuan Kendali Operasi (BKO) sebagai bentuk respons cepat Basarnas Mamuju dalam mendukung upaya pencarian dan pertolongan lintas wilayah.

Baca juga: Anak Usia 9 Tahun Lari Ketakutan Usai Dilecehkan Kakek 50 Tahun di Polman, Ibu Korban Lapor Polisi

Baca juga: Black Box ATR Jatuh di Gunung Bulusaraung Ditemukan Masih Nempel di Ekor Pesawat

Sebanyak 22 personel diberangkatkan dari Kantor SAR Mamuju pada pukul 19.45 WITA dan diperkirakan tiba di lokasi operasi sekitar pukul 07.00 WITA.

Personel yang dikerahkan terdiri dari unsur komando, tim operasional SAR, operator drone, serta tenaga medis.

Basarnas Mamuju menyatakan akan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan guna mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh korban.

Korban Kedua Ditemukan 

Korban kedua pesawat ATR jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ditemukan, Senin (20/1/2026).

Titik korban kedua berjarak 300 meter dari titik korban pertama.

Tim SAR Gabungan menemukan korban kedua pukul 14.10 Wita.

Puing Pesawat - Serpihan Bangkai Pesawat mulai Ditemukan Pukul 08.10 Wita di sekitar Puncak Bulusaraung, Kabupaten pangkep, Sulawesi Selatan.  pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat dalam penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Puing Pesawat - Serpihan Bangkai Pesawat mulai Ditemukan Pukul 08.10 Wita di sekitar Puncak Bulusaraung, Kabupaten pangkep, Sulawesi Selatan. pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat dalam penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. (Tribun-Sulbar.com/SAR GAbungan)

“Dari hasil komunikasi kami yang terhubung langsung dengan tim di lapangan, hari ini kembali ditemukan satu korban. Kira-kira 15 menit yang lalu,” kata Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin siang.

Dengan penemuan tersebut, total korban yang telah ditemukan hingga hari ketiga pencarian berjumlah dua orang.

Sebelumnya, satu korban lebih dahulu ditemukan pada hari sebelumnya, di lereng sedalam 200 meter.

Sementara, korban kedua ditemukan pada kedalaman 500 meter.

Informasi awal dari lapangan, korban kedua yang ditemukan diduga berjenis kelamin perempuan.

Sementara korban pertama yang ditemukan sebelumnya diduga berjenis kelamin laki-laki.

Namun, kepastian terkait identitas maupun kondisi korban tetap menunggu hasil resmi dari tim Disaster Victim identification (DVI) Polri.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.