TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Gelombang tinggi melanda perairan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (22/1/2026) sore.
Kondisi ini terjadi seiring cuaca buruk yang menyelimuti wilayah pesisir, ditandai awan gelap dan angin kencang.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, menunjukkan gelombang laut menghantam tanggul penahan ombak di Pantai Arteri Mamuju.
Hempasan gelombang berlangsung terus-menerus, namun para anak muda atau pengunjung Arteri tetap nekat mandi di laut meski sedang terjadi gelombang.
Baca juga: Basarnas Mamuju Kerahkan 22 Personel Bantu SAR Cari Penumpang Pesawat ATR 42-500
Baca juga: Anak Usia 9 Tahun Lari Ketakutan Usai Dilecehkan Kakek 50 Tahun di Polman, Ibu Korban Lapor Polisi
Mereka tampak berenang di tengah gelombang terus menghantam tanggul Arteri tempat warga duduk bersantai menghabiskan waktu sore hari.
Menurut Prakirawan cuaca Wilayah Sulawesi Barat (BMKG) menyampaikan, kondisi cuaca pada Jumat (23/1/2026) besok diperkirakan relatif stabil, namun potensi angin kencang masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan. Kondisi serupa diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari. Sementara pada malam hingga dini hari, cuaca cerah berawan hingga berawan.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 65–70 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 2–37 kilometer per jam.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi angin kencang di wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar.
Selain itu, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,50 meter dan berpeluang terjadi di perairan Mamuju, Tapalang, Malunda, Sendana, Majene, dan Balanipa. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi cuaca terkini.