WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat melaksanakan kegiatan Kick Off Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) pada tahun 2026.
Kegiatan ini mencakup semua jenjang satuan pendidikan seperti SMP, SMA, dan SMK baik negeri maupun swasta.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur dan pihak tini bertujuan untuk menjawab sejumlah permasalahan yang sering menghadapi remaja, antara lain risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga.
"Kegiatan ini dirancang sebagai wadah konseling sebaya yang dikelola oleh remaja untuk remaja, dengan harapan dapat membentuk Generasi Berencana (GenRe) yang sehat, berprestasi, mandiri, dan memiliki wawasan ke depan, " kata Iin, Kamis (22/1/2026).
PIK-R sendiri merupakan platform bagi remaja untuk memperoleh informasi, edukasi, dan konseling terkait kesehatan reproduksi, penyiapan kehidupan berkeluarga (PKBR), serta keterampilan hidup.
Tujuan utama dari PIK-R di satuan pendidikan adalah membentuk remaja yang tangguh, mandiri, dan berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Baca juga: Tak Ingin Berasumsi, Sudin Pendidikan Jaktim Pantau Dugaan Keracunan Siswa
Selama ini, kiprah PIK-R di lingkungan sekolah masih kurang mendapat perhatian yang signifikan dari para murid.
Melalui kegiatan Kick Off ini, diharapkan remaja dapat memiliki sumber informasi akurat dan terpercaya mengenai kesehatan remaja, sekaligus menjadi tempat konsultasi untuk menyelesaikan permasalahan seputar kehidupan dan pergaulan remaja.
Melalui pelaksanaan Kick Off PIK-R, Walikota Iin menyampaikan beberapa harapan utama, yakni meningkatkan pemahaman mengenai maksud dan tujuan pendirian PIK-R di semua satuan pendidikan; menggerakkan pengurus PIK-R agar lebih bersemangat menjalankan program kerja yang telah direncanakan; mendorong pengurus di setiap sekolah untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi terkait layanan PIK-R; serta mendorong kepala satuan pendidikan untuk membangun komunikasi dan publikasi daring yang lebih interaktif dan komunikatif.
"Kegiatan Kick Off PIK-R ini menjadi tonggak awal dalam gerakan penguatan peran dan fungsi PIK-R di semua satuan pendidikan, sebagai bagian dari upaya membangun remaja untuk mewujudkan generasi emas, " terangnya.
Iin menyebut, pembangunan remaja saat ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, yang harus diperjuangkan dengan memperkuat peran masing-masing sesuai kapasitasnya, menuju lahirnya generasi emas yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pembangunan bangsa.
"Saya mengimbau seluruh stakeholder pendidikan di lingkungan Suku Dinas Pendidikan Wilayah II untuk meningkatkan peran dan fungsinya dalam melayani serta mendampingi pertumbuhan dan perkembangan remaja Jakarta Barat, sehingga mereka dapat menjadi generasi muda yang lebih mandiri, bertanggung jawab, berdisiplin, dan memiliki masa depan yang cerah, " tuturnya.
Upaya Strategis Pembangunan SDM Generasi Muda di Jakbar
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Dr. Diding Wahyudin menambahkan program PIK-R merupakan salah satu langkah strategis yang dirancang untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia berkualitas, dengan fokus utama pada persiapan generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta memiliki karakter yang kuat dan kemampuan berdaya saing tinggi.
Melalui rangkaian aktivitas yang terstruktur, program ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh informasi akurat, edukasi yang komprehensif, serta layanan konseling yang relevan terkait berbagai aspek penting, mulai dari kesehatan remaja, perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan perilaku berisiko, hingga penguatan nilai-nilai karakter.
"Di Wilayah II Jakarta Barat, cakupan program PIK-R telah mencakup seluruh satuan pendidikan yang ada, " kata Diding.
Diding merinci, wilayah II Jakarta Barat memiliki 52 satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta, serta 181 satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta. Dari total keseluruhan satuan pendidikan tersebut, tidak satupun yang tertinggal setiap institusi telah memiliki dan aktif melaksanakan program PIK-R.
"Kondisi ini menjadi bukti nyata akan komitmen mendalam dan kepedulian yang besar dari pihak sekolah dalam membina serta mendampingi perkembangan peserta didik melalui implementasi program ini, " ujarnya.
Dikatakan Diding, pelaksanaan PIK-R di setiap sekolah dijalankan melalui berbagai bentuk kegiatan yang terintegrasi.
Beberapa komponen utama yang menjadi fokus antara lain adalah pembentukan dan penguatan struktur organisasi PIK-R di tingkat sekolah.
"Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan, PIK-R memberikan dampak positif yang terasa bagi seluruh pihak yang terlibat, " ujarnya.
Namun demikian, dalam perjalanannya, pelaksanaan program PIK-R juga menghadapi beberapa kendala yang perlu diperhatikan dan diatasi.
Beberapa hambatan utama yang diidentifikasi antara lain adalah keterbatasan sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan secara optimal, variasi tingkat partisipasi peserta didik yang berbeda-beda antar satuan pendidikan maupun antar kelompok siswa, serta keterbatasan alokasi waktu karena harus disesuaikan dengan jadwal kegiatan akademik yang cukup padat.
"Untuk mengatasi hal-hal tersebut, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat telah menetapkan langkah-langkah strategis ke depan, antara lain terus melakukan penguatan pembinaan terhadap seluruh pihak yang terlibat, meningkatkan intensitas koordinasi lintas sektor, serta mendorong optimalisasi peran guru pembina dan pendidik sebaya sebagai ujung tombak dalam implementasi program PIK-R di tingkat sekolah, " jelasnya.
Diapresiasi
Tokoh pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz, mengungkapkan apresiasi penuhnya terhadap peluncuran program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di semua jenjang pendidikan.
Menurutnya, program ini sangat bermanfaat dan perlu segera diaplikasikan baik di sekolah swasta maupun negeri.
Umar menyatakan bahwa keberadaan PIK-R memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kemandiran murid serta mendorong peningkatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK).
"Tujuan utamanya adalah agar siswa dapat memiliki mental yang kuat dalam menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait dengan gemetar getar (genjet) dan kekerasan dalam hubungan antar remaja (RIKAR), " kata Umar.
"Angka kenakalan bukan tawuran remaja sudah sangat berkurang tinggal hanya 3 persen ini sebuah pencapaian yang sangat baik," imbuhnya.
Di berbagai daerah, PIK-R telah menunjukkan kontribusi positif, seperti membantu remaja menghindari risiko triad KRR (seksualitas, HIV dan AIDS, napza), mendorong pemahaman tentang pentingnya usia perkawinan yang tepat, serta mengembangkan kemampuan hidup yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan.