Ada 1.050 Hektar Sawah di Trenggalek Terlindungi Asuransi, Solusi Ampuh Hadapi Gagal Panen
January 22, 2026 09:33 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kesadaran petani Kabupaten Trenggalek untuk menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) cukup tinggi.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menargetkan pada tahun 2025 seluas 1.000 hektar sawah di Kabupaten Trenggalek bisa terkaver AUTP.

Realisasinya, Dinas Pertanian dan Pangan berhasil menyakinkan petani untuk menjadi peserta AUTP dengan total luasan lahan 1.050,8 hektar.

Baca juga: Penyanyi Terkenal di Trenggalek Endorse Arisan Get Menurun, Bambang Minta Polisi Periksa Menyeluruh

Premi Murah Berkat Subsidi Pemerintah

"Alhamdulillah kita sudah melebihi target, kita memang harus banyak memberikan pengertian kepada petani bahwasanya apabila nanti petani mengalami gagal panen terutama terkait dengan iklim, kekeringan, banjir, hama, penyakit, tikus, dan wereng bisa diklaim kan untuk mendapatkan ganti," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, Kamis (22/1/2026).

Imam menjelaskan, minat petani untuk menjadi peserta AUTP tidak lepas dari subsidi yang diberikan oleh pemerintah.

Dengan premi Rp 180 ribu per hektare, petani hanya membayar Rp 36 ribu per hektare. Sedangkan sisanya yaitu Rp 144.000 disubsidi oleh pemerintah. Premi tersebut dibayarkan petani di setiap awal masa tanam.

Jika ada peserta AUTP yang gagal panen, ia dapat mengajukan klaim dengan nilai Rp 6 juta per hektare.

Baca juga: Gegara Pengemudi Mengantuk, Mobil Splash Terbalik Setelah Tabrak Motor di Pogalan Trenggalek

"Tapi Alhamdulillah tahun 2025 tidak ada yang mengajukan klaim (asuransi), berarti hasil panennya cukup baik atau minim gagal panen," lanjutnya.

Pada tahun 2026, Imam mentargetkan kembali 1.000 hektar sawah di Kabupaten Trenggalek terkaver AUTP.

"Target kita tetap di angka 1.000 hektare, menyesuaikan pemetaan kita yang rawan gagal panen, baik rawan banjir, rawan terdampak kekeringan dan kemudian lahan endemik wereng dan tikus," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.