Identitas 6 Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung
January 22, 2026 10:47 PM

TRIBUNGORONTALO.COM --Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali menambah daftar kecelakaan transportasi udara di Indonesia dalam setahun terakhir.

Sejak Januari 2025, setidaknya empat pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di sejumlah wilayah.

Salah satunya adalah pesawat latih Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 yang jatuh di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, pada 3 Agustus 2025.

Kasus terbaru terjadi pada Sabtu (17/1/2026), ketika pesawat ATR 42-500 dilaporkan jatuh di area lereng Gunung Bulusaraung, yang merupakan bagian dari kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) dengan ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut.

Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tiga penumpang dan tujuh kru. Sejak dinyatakan jatuh, Tim SAR Gabungan terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi di medan yang terjal dan sulit dijangkau.

Memasuki hari keenam pencarian, Kamis (22/1/2026), tim kembali menemukan enam paket jasad korban di lereng Gunung Bulusaraung.

Informasi tersebut disampaikan Asisten Perencanaan dan Pengendalian Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, di Posko AKU SAR Gabungan.

Ia menjelaskan, lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari bawah puncak gunung.

“Sekitar 200 meter dari puncak kita temukan satu paket jasad, lalu sekitar 50 meter dari lokasi itu ditemukan paket jasad lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa jumlah individu dalam enam paket tersebut belum dapat dipastikan.

“Belum bisa dipastikan berapa jumlah jasadnya. Yang bisa kami sampaikan saat ini adalah enam paket, karena dimungkinkan satu paket tidak selalu merepresentasikan satu korban,” kata Sultan.

Enam paket jasad tersebut saat ini masih berada di posko Tim SAR di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, dan direncanakan akan dievakuasi menggunakan helikopter ke Makassar untuk proses identifikasi lanjutan.

Sebelumnya, hingga Rabu (21/1/2026), Tim SAR Gabungan telah menemukan tiga korban.

Dari jumlah tersebut, dua korban berhasil diidentifikasi, masing-masing Florencia Lolita Wibisono (kru pesawat) dan Deden Maulana (penumpang).

Kedua jenazah telah dipulangkan ke Jakarta dan diserahkan kepada keluarga pada Rabu (21/1/2026).

Sementara satu korban lainnya masih menjalani proses identifikasi oleh tim Dokpol Polda Sulsel.

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Bandara Adisoetjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat lepas landas dari Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB dan terakhir terpantau pada pukul 12.22 Wita, sebelum akhirnya dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.

Pesawat tersebut disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung, sembari menunggu proses identifikasi seluruh korban kecelakaan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.