BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Tapin di Kecamatan Piani, Kamis (22/1/2026), berlangsung khidmat namun penuh dinamika.
Acara ini dihadiri Bupati Tapin H Yamani dan Wakil Bupati Tapin H Juanda, Ketua PKK Hj Faridah dan tokoh adat Dayak Karliansyah serta Ketua Komisi I DPRD Tapin Dapil I H Rustan Nawawi.
Menariknya, Musrenbang diwarnai dialog langsung antara Pemerintah Kabupaten Tapin dengan tokoh adat serta para kepala desa dari Kecamatan Piani dan Lokpaikat.
Kepala Bappelitbang Kabupaten Tapin, Meidy Harris Prayoga, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan program prioritas sesuai visi dan misi Bupati Tapin hingga tahun 2030.
“Insya Allah dalam waktu dekat para kepala desa perwakilan bersama Pak Camat akan kami undang kembali untuk mendetailkan skala prioritas.
Ada 13 program strategis yang sampai 2030 akan kita laksanakan dan tuntaskan sesuai janji Bapak Bupati,” ujarnya.
Meidy menegaskan, seluruh perangkat daerah memiliki tugas dan fungsi untuk menjaga agar capaian pembangunan tersebut berjalan baik dan lancar.
Dia memastikan sektor infrastruktur tetap menjadi bagian strategis, selain pembangunan bidang keagamaan, pendidikan, peningkatan sumber daya manusia, serta perhatian terhadap anak-anak dan lansia.
Baca juga: Imbas Pensiun, Pemko Banjarmasin Kekurangan 275 ASN di 2026, Paling Banyak Posisi Guru
“Infrastruktur tetap menjadi perhatian, tetapi pembangunan kita tidak hanya fisik. Keagamaan, pendidikan, peningkatan SDM, anak-anak dan lansia harus terayomi,” katanya.
Terkait pendanaan, Meidy menyebutkan pihaknya akan mengoptimalkan berbagai sumber anggaran serta berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari Dinas PUPR, OPD teknis, hingga Balai Wilayah Sungai (BWS).
“Kalau tidak bisa ditangani OPD di sini, insya Allah kita akan koordinasi langsung ke Banjarbaru. Kita jaga capaian pembangunan ini bersama,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Meidy juga menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tapin yang berhalangan hadir karena sakit.
Untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Kecamatan Lokpaikat pada tahun 2026 akan diselesaikan sebanyak 63 unit rumah, melanjutkan program tahun 2025 yang telah tuntas.
Sementara itu, di Kecamatan Piani akan dieksekusi 64 unit RTLH. Program ini direncanakan akan di-kick off langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tapin pada Februari 2026.
“Insya Allah sebelum puasa ada seremoni, dan harapannya Lebaran nanti masyarakat sudah bisa menikmati rumah baru,” ucap Meidy.
Selain itu, terdapat 7 unit RTLH di Desa Harakit yang juga akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Untuk program Penerangan Jalan Umum (PJU), Meidy menyebutkan pada 2026 akan ada dua desa yang mendapatkan PJU, serta empat desa di Kecamatan Piani yang juga akan menerima program serupa.
“Amanah dari Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, daerah kita harus terang, indah, nyaman. Ini juga sudah tercantum dalam RPJMD,” katanya.
Menutup sambutannya, Meidy mengingatkan para kepala desa agar tidak hanya mengusulkan pembangunan fisik, tetapi juga program pemberdayaan masyarakat, pelatihan bagi ibu-ibu dan pemuda.
“Masih ada waktu untuk mengusulkan pelatihan pemberdayaan. Jangan hanya fisik, tapi juga pengembangan bakat dan minat pemuda serta peningkatan keterampilan,” pesannya.
Musrenbang RKPD ini menjadi ruang aspirasi yang aktif antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus penguatan sinergi pembangunan di Kecamatan Piani dan Lokpaikat. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)