SURYA.CO.ID, SURABAYA - Raut bahagia terlihat dari wajah para pengemudi becak di Surabaya saat menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, Kamis (22/1/2026).
Sebelum resmi menerima, para pembecak telah dilatih untuk mengoperasikan hingga merawat unit selama digunakan.
Bantuan tersebut dinilai membawa angin segar bagi para pembecak.
Selain membuat pekerjaan lebih ringan dan hemat biaya operasional, kendaraan ramah lingkungan ini diharapkan dapat membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Salah satu penerima, Misdi (65), pembecak yang sehari-hari mangkal di Pasar Keputran, mengaku bangga bisa mendapatkan becak listrik.
Pria yang sudah menarik becak sejak 2002 itu mengatakan kendaraan baru ini sangat membantu tenaganya yang tak lagi sekuat dulu.
“Bangga sekali. Bangga sekali,” ujar Misdi ketika ditemui pada acara yang berlangsung di Balai Kota Surabaya tersebut.
Menurut Misdi, perbedaan antara becak kayuh dan becak listrik sangat terasa. Jika sebelumnya ia harus mengayuh kuat, kini cukup mengatur gas dan rem.
“Jauh lebih mudah, lebih ringan. Kalau tanjakan juga enak. Tinggal gas saja sudah jalan,” katanya mencontohkan.
Meskipun lebih mudah, dia berencana tetap beroperasi di sekitar Pasar Keputran.
Namun, dia siap memperluas jangkauan sesuai permintaan penumpang karena becak listrik memungkinkan perjalanan lebih jauh tanpa cepat lelah.
Dengan begitu, ia berharap penghasilannya meningkat. “Harapannya biar orang rumah puas, belanja bisa banyak,” tuturnya sambil berseloroh.
Hal senada disampaikan Tuaji (73). Selain menjadi pembecak, ia juga bekerja sebagai kuli bangunan.
Kondisi fisik yang menurun, terutama sakit pinggang, membuatnya kesulitan mengayuh becak manual.
“Senang sekali. Kaki sudah enggak kuat kalau mancal terus. Ini lebih enak, sangat terbantu,” ucap pria asal Wiyung ini.
Tuaji berencana memanfaatkan becak listrik untuk mencari nafkah bersama sang istri agar tidak lagi bergantung pada anak-anak.
“Biar usaha sendiri, enggak minta anak-anak,” tambah bapak 4 anak ini.
Menyerahkan bantuan tersebut, Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Letjen (Purn) Teguh Arief Indratmoko menjelaskan, program becak listrik merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto.
Becak ini kemudian dikembangkan dengan melibatkan PT Pindad untuk produksi massal.
“Tujuannya memudahkan bapak-bapak pengemudi. Tidak perlu ngontel lagi, tinggal gas dan rem saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, becak listrik lebih hemat biaya karena tidak membutuhkan bensin.
Pengisian daya cukup menggunakan listrik rumah tangga dengan biaya murah.
Dengan kemudahan operasional dan biaya yang lebih ringan, bantuan becak listrik diharapkan tak hanya meningkatkan kesejahteraan para pembecak, tetapi juga mendukung sektor wisata dan transportasi ramah lingkungan di Kota Surabaya.
Untuk sekali pengisian penuh, becak mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dengan kecepatan maksimal 15 km/jam.
"Kemudian ramah lingkungan, tidak ada emisi. Jadi para pengemudi becak ini sekaligus menjadi pelopor transportasi hijau,” jelasnya pada acara yang juga dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini.