TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini simak update harga Liontin Batik Seri III, Kamis (22/1/2026).
Perpaduan antara kemewahan emas dan kekayaan budaya Nusantara kembali menarik perhatian.
Liontin Batik Indonesia Seri III keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) hadir sebagai perhiasan eksklusif yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai investasi, dengan harga terbaru yang diperbarui pada Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Update Harga Perak Kamis 22 Januari 2026: Mulai Perak Batangan hingga Perak Heritage Dijual Segini
Liontin Batik Indonesia Seri III merupakan produk perhiasan tematik emas dari ANTAM yang mengangkat keindahan dan filosofi motif batik khas berbagai daerah di Indonesia.
Seri ini menjadi lanjutan dari edisi sebelumnya, dirancang khusus bagi kolektor, pecinta batik, serta investor yang menginginkan logam mulia dengan sentuhan budaya.
Produk ini dibuat dari emas berkadar tinggi, yakni 91,7 persen atau setara emas 22 karat, sehingga tidak hanya menonjolkan nilai seni dan keindahan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang kuat.
Motif batik yang dituangkan dalam bentuk liontin mencerminkan warisan budaya Indonesia dalam desain modern dan eksklusif.
Berdasarkan pembaruan harga terbaru, Liontin Batik Seri III dengan berat 8 gram dibanderol dengan harga dasar Rp 17.275.456. Setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1,65 persen, harga jualnya menjadi Rp 17.560.501.
Skema perpajakan lain, yakni PPN 1,1 persen ditambah PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen, menempatkan harga akhir liontin tetap berada pada kisaran yang relatif sama, menyesuaikan ketentuan pajak yang berlaku.
Dengan konsep yang menggabungkan seni, budaya, dan nilai investasi, Liontin Batik Indonesia Seri III menjadi salah satu pilihan perhiasan emas yang tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga merepresentasikan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.
| Berat | Harga Dasar | Harga Sudah Termasuk PPN 1.65 persen | Harga Sudah Termasuk PPN 1.1 persen + PPh 22 0.25 persen |
| 8 gr | 17,275,456 | 17,560,501 | 17,508,675 |
Tingginya minat untuk mengkoleksi emas motif batik menggambarkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap budaya nusantara.
Kecintaan akan batik tidak hanya terbatas di pulau Jawa tetapi menyebar keseluruh wilayah Indonesia.
Hal ini mendorong ANTAM Logam Mulia menggali lebih jauh kekayaan ragam Batik Nusantara untuk dituangkan dalam emas.
Untuk memenuhi keinginan masyarakat serta lebih mengangkat budaya Nusantara, ANTAM Logam Mulia meluncurkan emas Batik Indonesia Seri III.
Masih menampilkan motif klasik dari Jawa, Batik Seri III ini juga mengangkat motif yang berasal dari luar tanah Jawa untuk dituangkan di atas kemilau emas.
Motif-motif yang diangkat pada Batik Seri III ini yaitu Bokor Kencono, Huk, Srimaganti dan Mahkota Siger yang memiliki filosofi yang dalam.
1. BATIK BOKOR KENCONO
Motif ini untuk pertama kali ditemukan pada masa pemerintahan Paku Buwono IX di Keraton Surakarta.
Batik in memiliki keunikan tersendiri, yaitu sebagai satu-satunya motif batik yang sejak awal terciptanya dapat dipakai oleh semua golongan masyarakat, mulai dari para raja hingga rakyat jelata.
Bokor Kencono sebagai simbol mendatangkan kewibawaan dan kebijaksanaan agar pemakainya dapat disegani oleh orang di sekitarnya.
2. BATIK HUK
Batik Huk merupakan salah satu dari sekian banyak batik keraton.
Batik keraton adalah batik yang dikembangkan dan digunakan di lingkungan keraton.
Karenanya, motif ini diatur dengan norma-norma keraton.
Biasanya batik keraton dibuat melalui serangkaian proses yang rumit disertai dengan serangkaian ritual khusus.
Ini terkait dengan penciptaan batik yang biasanya dibuat oleh permaisuri dan putri-putri keraton.
Sebelum pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX (1940-88), motif batik Huk merupakan motif larangan, yaitu hanya boleh dipakai putra mahkota dan Raja.
Tak heran jika motif batik ini dilabeli "motif batik para penguasa".
Batik motif Huk bermakna pemimpin yang berbudi luhur, berwibawa, cerdas, dan mampu memberikan kemakmuran.
3. BATIK SRIMANGANTI
Motif Srimanganti adalah diproduksi dari motif yang terdapat benda kuno yaitu pola hias yang terdapat pada gerabah dan keramik lokal penginggalan zaman Keraton Banten dan ditetapkan sebagai pola hias khas Banten.
Nama Srimanganti berasal dari kata Sri yang berarti raja dan Manganti berarti menanti yang berarti sebuah pintu gerbang yang menghubungkan keraton tempat menanti apabila ingin menemui sang raja.
Filosofi dari Batik Srimanganti adalah bermakna kesempatan besar yang ada di depan, yang merupakan jalan menuju masa depan yang gemilang.
4. BATIK MAHKOTA SIGER
Siger adalah nama mahkota bagi wanita bangsawan Lampung di zaman kuno.
Bagi masyarakat Lampung, perempuan sangat terlibat dalam semua kegiatan, terutama dalam kegiatan rumah tangga. Di belakang kelembutan wanita, ada kerja keras, kemandirian, kegigihan, dan kualitas feminin.
Meskipun masyarakat Lampung sendiri mengikuti pola garis patrilineal atau bapak, sosok perempuan sangat penting, baik sebagai inspirasi bagi anak-anak maupun pendorong kesuksesan hidup pasangan mereka.
Motif mahkota Siger bermakna feminitas, kekuatan, serta keanggunan seorang Wanita.
ANTAM Logam Mulia akan terus berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya Indonesia melalui produk-produknya.
Kamu bisa mencari dan membeli ragam pilihan motif produk Emas Batangan Batik melalui seluruh jaringan Butik Emas Logam Mulia di 13 Kota atau melalui pemesanan daring di website resmi Link Pembelian Emas Batik Seri III dan Link Pembelian Liontin Batik, Butik Emas ANTAM Official di Tokopedia, Shopee, dan Tiktok.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini