TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep bersama mantan mantan Ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu (RMS), menghadiri upacara adat Rambu Solo’ pemakaman Paulus Papa, ayah dari Benidiktus Papa, di Kelurahan Kondodewata, Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026).
Rombongan Kaesang tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 Wita.
Kaesang didampingi RMS serta jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, fungsionaris DPW PSI Sulawesi Selatan, DPW PSI Sulawesi Barat, serta pengurus DPD PSI Tana Toraja dan Toraja Utara.
Sekretaris DPD PSI Tana Toraja, Yulianus, mengatakan kehadiran Kaesang merupakan bentuk belasungkawa kepada keluarga almarhum Paulus Papa, yang merupakan ayah dari Benidiktus Papa, politisi muda PSI sekaligus Ketua Badan Saksi Nasional DPP PSI.
“Mas Kaesang hadir langsung mengikuti upacara adat Rambu Solo’ di Mappak Simbuang,” ujar Yulianus saat dikonfirmasi Tribun Toraja, Kamis (22/1/2026).
Kaesang diketahui menempuh perjalanan darat dari Makassar-Polewali-Mamasa, lalu masuk melalui jalur Sibanawa menuju Kondodewata.
Seperti diketahui, RMS telah meninggalkan Nasdem dan resmi bergabung dengan PSI.
Disambut Ribuan Warga
Yulianus menyebut, Kaesang disambut antusias ribuan warga Kecamatan Simbuang dan Kecamatan Mappak yang telah menunggu sejak pagi.
Warga tampak berebut bersalaman dan berfoto bersama putra Presiden ke-7 RI tersebut.
Di sela-sela mengikuti prosesi adat, Kaesang juga berdialog dengan warga, yang diwakili oleh sejumlah kepala lembang dan tokoh masyarakat.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah Simbuang-Mappak yang sangat memprihatinkan.
“Terima kasih Nanda Kaesang sudah hadir dan berbagi duka bersama kami,” ujar Sinai, juru bicara keluarga dan warga Simbuang Mappak.
Warga berharap kehadiran Kaesang dapat menjadi jembatan aspirasi bagi masyarakat Simbuang Mappak, khususnya terkait pembangunan jalan yang dinilai belum tersentuh sejak lama.
Pada kesempatan itu, warga menyerahkan proposal pembangunan jalan kepada Kaesang untuk diteruskan ke pemerintah pusat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kaesang mengaku telah merasakan langsung kondisi jalan menuju Mappak.
“Saya sudah merasakan sendiri jalan yang dilewati, rasanya dag dig dug,” ujar Kaesang.
Ia pun berjanji akan meneruskan aspirasi warga.
“Saya akan sampaikan langsung ke Mas Wapres. Kasihan warga, untuk sampai ke Mappak harus melewati beberapa kabupaten bahkan provinsi,” katanya sambil menerima proposal warga.
Kaesang juga mengaku terkesan dengan pelaksanaan Rambu Solo’ ala Simbuang Mappak.
Meski awalnya dijadwalkan hanya dua jam, Kaesang justru bertahan lebih, sampai lima jam mengikuti rangkaian kegiatan adat.
Warga berharap kehadiran Kaesang menjadi awal perubahan bagi wilayah mereka.
“Kami sungguh berharap kedatangan Mas Kaesang membawa perubahan bagi kampung kami,” ujar Alfin, salah satu tokoh warga.
Yulianus menambahkan, Kaesang hadir dengan sikap sederhana, menolak penyambutan berlebihan, bahkan memilih duduk bersila berjam-jam bersama tamu lainnya.
“Ini menjadi momen bersejarah bagi warga, seorang putra presiden mau hadir langsung di kampung terpencil seperti Simbuang Mappak,” tutup Yulianus.(*)