SURYA.CO.ID, SURABAYA - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Swiss dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) energi terbarukan berbasis Sarjana Terapan.
PENS menjadi salah satu dari sepuluh politeknik di Indonesia yang terlibat dalam program penguatan kapasitas SDM energi terbarukan.
Direktur PENS, Arif Irwansyah menjelaskan, bentuk implementasi kerja sama difokuskan pada penyiapan SDM Sarjana Terapan yang memiliki kompetensi di bidang energi terbarukan.
Baca juga: Tim Dosen PENS Gandeng BSSN Bikin Sistem Keamanan Jaringan
Salah satunya melalui pengembangan program studi yang mengakomodasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan konsentrasi energi terbarukan.
“PENS akan menyiapkan program studi Sarjana Terapan yang mengakomodasi RPL dengan konsentrasi energi terbarukan. Selain itu, kami juga menyiapkan sarana pendukung seperti laboratorium, bahan ajar, serta dosen yang kompeten agar menghasilkan lulusan unggul,” ujar Arif saat dihubungi melalui sambungan telepon kepada SURYA.CO.ID, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, nilai kerja sama ini mencapai sekitar Rp 3 miliar, terdiri dari Rp 2 miliar pendanaan dari Pemerintah Swiss dan Rp 1 miliar dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program revitalisasi laboratorium.
"Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk penyediaan laboratorium beserta peralatannya, pelaksanaan workshop, serta peningkatan kompetensi SDM dosen,"lanjutnya.
Menurut Arif, kerja sama ini memiliki nilai strategis karena sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional.
Meski diimplementasikan secara multiyears pada periode 2026–2028, program ini diyakini memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan sektor energi terbarukan dan pengembangan PENS.
Sebagai informasi, Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) merupakan kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Program ini bertujuan menyiapkan SDM kompeten guna mendukung transisi energi Indonesia menuju target net zero emission pada 2060.