Pemkab Indramayu Siap Perluas Areal Lahan Tebu, Dukung Swasembada Gula 2027
January 22, 2026 06:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu siap memperluas areal lahan tebu untuk mendukung swasembada gula nasional pada 2027.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mengatakan, saat ini total luas lahan tebu di Kabupaten Indramayu mencapai 7 ribuan hektare yang rata-rata berada di Kecamatan Gantar, Cikedung, dan Terisi.

Menurut dia, jumlah tersebut terdiri dari lahan yang dikelola Pabrik Gula (PG) Rajawali seluas 6 ribuan hektare, dan 1.000-an hektare dikelola petani melalui skema kerja sama dengan Perhutani.

"Kami sedang mencari lokasi-lokasi perluasan lahan untuk ditanami tebu, dan sejauh ini potensinya ada di lahan Perhutani kurang lebih luasnya mencapai 1.500-an hektare," ujar Syaefudin saat ditemui usai rapat koordinasi lintas sektoral penambahan areal tanam tebu di Ruang Kerja Wakil Bupati Indramayu kompleks Setda Kabupaten Indramayu, Kamis (22/1/2026).

Ia mengatakan, Pemkab Indramayu juga berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung target pemerintah pusat yang mencanangkan swasembada gula nasional pada 2027.

Melalui program hilirisasi tebu, Kabupaten Indramayu juga diproyeksikan menjadi lokus utama pengembangan komoditas tebu di Jawa Barat berkat rencana perluasan lahan signifikan yang mencapai 10 ribu hektare.

"Ini dipastikan lahan baru, karena lahan pertanian yang sudah ditanami padi tidak boleh dialihfungsikan untuk tebu, dan Indramayu siap menjadi lokus utama hilirisasi tebu di Jawa Barat," kata Syaefudin.

Pihaknya mengakui, rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian Pertanian, Perhutani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), hingga organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI), kali ini untuk menyatukan persepsi mengenai kebutuhan program itu.

Ia berharap, langkah strategis tersebut dapat memperkuat posisi Kabupaten Indramayu yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional di Jawa Barat. 

Selain itu, Syaefudin optimistis kontribusi Kabupaten Indramayu yang secara kondisi tanahnya relatif cocok untuk tanaman tebu membuat target penutupan keran impor gula pada tahun 2027 dapat tercapai.

"Insya Allah, dalam rakor tadi sudah ada titik temu, dan seluruh stakeholder satu frekuensi untuk menjadikan Indramayu sebagai tonggak berkaitan tebu, sehingga pada 2027 kita close impor gula," ujar Syaefudin.

Baca juga: Kejar Target Swasembada Gula 2027, Kementan Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Tebu Tambahan di Indramayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.