Van Gastel Diikat Kontrak Dua Musim, Manajemen PSIM Yogyakarta Serahkan Urusan Pemain ke Pelatih
January 22, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Manajer PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna, menegaskan bahwa pelatih kepala Jean-Paul van Gastel telah diikat kontrak berdurasi dua musim.

Dengan demikian, pelatih asal Belanda tersebut dipastikan tetap menukangi Laskar Mataram pada musim 2026/2027 mendatang.

Dyaradzi menyebut keberlanjutan kerja sama ini menjadi dasar penting dalam penyusunan skuad PSIM Yogyakarta untuk musim depan.

Nantinya, van Gastel akan memiliki peran sentral dalam menentukan komposisi pemain, baik yang dipertahankan maupun yang didatangkan.

“Karena musim depan, InsyaAllah kita akan bersama dengan Jean-Paul van Gastel lagi,” ujar Dyaradzi, Kamis (22/1/2026)

Menurutnya, mekanisme penentuan pemain akan dilakukan secara lebih profesional dengan melibatkan pelatih secara dominan.

“Mungkin 90 persen pemain akan dipelatih. Penentuan siapa pemain masuk dan keluar,” jelasnya.

Skema Perekrutan Pemain

Dyaradzi mengakui dirinya hanya memberikan masukan kepada pelatih terkait pemain, terutama karena relasinya dengan sejumlah agen.

Namun keputusan akhir tetap berada di tangan van Gastel.

“Saya kadang-kadang kasih coach, ini cocok enggak? Tapi jujur, dia juga ada beberapa kali kasih nama ke saya. Ada pemain lokal, ada juga pemain asing di liga kita yang menurut dia menarik,” ungkapnya.

Dengan sistem tersebut, manajemen PSIM Yogyakarta berharap proses pembentukan tim musim depan berjalan lebih terstruktur.

Setiap keputusan akan melalui komunikasi antara pelatih, manajemen, hingga direktur utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno.

“Nanti kita akan tanya coach, kita tanya juga Cici (Liana Tasno, Dirut PSIM). Mau sekarang atau paruh musim, biar dia yang mikir,” kata Dyaradzi.

Baca juga: Tanpa Pemain Baru, PSIM Yogyakarta Tetap Optimistis Hadapi Paruh Kedua Super League 2025/2026

Puji Gaya Komunikasi Van Gastel

Selain soal teknis, Dyaradzi juga memuji gaya komunikasi Jean-Paul van Gastel yang dinilainya lugas, profesional, dan membangun.

Karakter tersebut membuat hubungan kerja antara pelatih dan manajemen berjalan sehat.

“JP ini orang Belanda, straight forward banget. Kalau apresiasi ya apresiasi, kalau kritik ya kritik, tapi selalu membangun dan profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, Van Gastel juga terbuka dalam menyampaikan ketidaksetujuan tanpa menyimpan masalah.

“Kalau ada yang dia kurang suka, dia bilang langsung, loe bisa perbaikin enggak?. Kalau bisa, ya sudah. Sesimpel itu,” jelasnya.

“Ke pemain saya rasa dia cukup fair. Dia bisa menjadi peran bapak, dan menurut saya itu oke,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.