Pola Sebaran Maut: 9 Jenazah Pesawat ATR Ditemukan, 6 Korban Dievakuasi dalam Kondisi Tak Lagi Utuh
January 22, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki fase paling memilukan.

Hingga hari keenam operasi, Tim SAR gabungan telah menemukan sembilan jenazah korban, dengan kondisi sebagian besar tidak lagi utuh.

Sementara itu, satu korban lainnya masih dinyatakan hilang, meninggalkan harap dan cemas yang terus menggantung di tengah upaya pencarian.

Baca juga: Firasat Sang Istri saat Mekanik Pesawat ATR Dwi Murdiono Tak Kunjung Beri Kabar, Pesan WA Bocor

Enam Jenazah Berhasil Dievakuasi dalam Sehari

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, menyampaikan bahwa dari total sembilan korban yang ditemukan, enam jenazah berhasil dievakuasi pada Kamis (22/1/2026).

“Total yang kita dapat sekarang sembilan korban. Hari ini enam yang berhasil dievakuasi,” ujar Muh Arif saat ditemui di Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

Evakuasi dilakukan di medan yang ekstrem, dengan kondisi geografis yang curam serta vegetasi lebat, menjadikan setiap langkah penyelamatan penuh risiko.

Pencarian Bertahap Sejak Hari Pertama Operasi SAR

Muh Arif menjelaskan bahwa proses pencarian korban dilakukan secara bertahap sejak Operasi SAR resmi dimulai.

Pada Minggu (18/1/2026) dan Senin (19/1/2026), masing-masing satu jenazah berhasil ditemukan dalam kondisi utuh.

Dua korban tersebut kemudian teridentifikasi sebagai:

  • Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, dan
  • Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat naas tersebut.

Selain itu, satu bagian tubuh (body part) juga telah lebih dulu ditemukan dan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) pada Rabu (21/1/2026) malam untuk proses identifikasi lanjutan.

KORBAN PESAWAT ATR - Proses evakuasi jenazah  insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 berlangsung haru diiringi gerimis.
KORBAN PESAWAT ATR - Proses evakuasi jenazah insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 berlangsung haru diiringi gerimis. (Instagram @infokejadian_pangkep)

Hari Keenam: Enam Jenazah Ditemukan Tak Utuh

Memasuki hari keenam pencarian, Tim SAR kembali menemukan enam korban lainnya.

Namun, kondisi keenam jenazah tersebut sangat memprihatinkan.

“Enam korban yang ditemukan hari ini kondisinya tidak utuh.

Ada setengah badan, ada kepala, dan bagian tubuh lainnya. Untuk visualisasi dan identifikasi, nanti akan ditentukan oleh tim DVI,” jelas Muh Arif.

Proses identifikasi sepenuhnya diserahkan kepada Tim DVI Polri, yang akan memastikan kecocokan data ante mortem dan post mortem secara ilmiah.

Baca juga: Jawaban Aktivitas Misterius Farhan Kopilot Pesawat ATR, Pantas Tim SAR Tak Dengar Suara Minta Tolong

Operasi SAR Akan Dihentikan Jika Seluruh Korban Ditemukan

Muh Arif menegaskan bahwa Operasi SAR akan dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

“Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh orang,” tegasnya.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa operasi pencarian tetap memiliki batas waktu sesuai prosedur, namun masih dimungkinkan untuk diperpanjang jika kondisi di lapangan menuntut.

“Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” ujarnya.

Puing Pesawat Ditemukan Berdekatan dengan Korban

Terkait temuan puing-puing pesawat, Muh Arif menjelaskan bahwa serpihan badan pesawat ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan korban.

“Puing-puing berada di sekitar korban. Yang paling jauh sekitar 49 meter, sementara lainnya berjarak 20 hingga 30 meter,” ungkapnya.

Sebaran puing tersebut mengindikasikan titik jatuh utama pesawat berada di area yang sama dengan lokasi ditemukannya para korban.

Baca juga: Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Jurang, Kondisinya Mengenaskan

KNKT Tangani Analisis Penyebab Kecelakaan

Muh Arif menegaskan bahwa analisis teknis penyebab kecelakaan, termasuk pola sebaran puing pesawat, bukan menjadi kewenangan Basarnas.

“Itu ranah KNKT, bukan kami,” tutupnya.

Seluruh temuan lapangan akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses investigasi lanjutan.

Enam Jenazah Ditemukan Dekat Puncak Gunung

Sebelumnya, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, mengungkap bahwa enam jenazah ditemukan pada Kamis pagi di kawasan sekitar puncak Gunung Bulusaraung.

“Dilaporkan tadi pukul 09.30 WITA oleh tim jajaran Elang. Hingga pukul 10.46 WITA, telah ditemukan enam jenazah,” ujar Dody di Posko AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.

Ia menjelaskan, keenam jenazah ditemukan saling berdekatan, dengan jarak sekitar 50 meter dari titik penemuan pertama, dan berada sekitar 250 meter dari puncak gunung.

Informasi lain menyebutkan, jasad-jasad tersebut ditemukan tak jauh dari mesin pesawat.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.