Kinerja Wasit Indonesia Buat PSSI Minta Maaf ke Klub Super League: Singgung VAR dan Kerugian Laga
January 22, 2026 09:00 PM

SURYAMALANG.COM, - Gelombang protes keras yang dilayangkan klub-klub peserta Super League terhadap buruknya kinerja pengadil lapangan di sepanjang putaran pertama akhirnya direspons secara resmi oleh PSSI dengan permohonan maaf terbuka.

Pihak federasi melalui Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa mengakui rapor kinerja wasit saat ini masih jauh dari kata memuaskan dan berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. 

Pengakuan ini sekaligus menjadi sinyal, PSSI menyadari adanya berbagai aspek teknis krusial di lapangan yang tidak hanya memicu kontroversi, tetapi juga berdampak langsung pada integritas pertandingan serta persaingan poin di papan klasemen. 

Selain meminta maaf kepada klub-klub peserta Super League, PSSI juga menyampaikan permintaan maaf kepada klub-klub Championship. 

Baca juga: Jawaban Persija Soal Thales Lira Pulang ke Arema FC, Bakal Ada Pemain Asing Kedua yang Didepak

Terutama yang merasa dirugikan akibat kesalahan pengambilan keputusan wasit.

Hal ini menjadi pengakuan langsung bahwa sejumlah kekeliruan perwasitan memang berdampak pada hasil pertandingan.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, tidak merinci secara spesifik pertandingan mana saja yang dinilai memiliki keputusan wasit yang merugikan klub.

Yoshimi hanya menyebut satu klub yakni FC Bekasi City yang dirugikan usai gol kontroversial Garudayaksa FC melalui skema tendangan pojok.

"Sejauh ini, ya, kami menyadari bahwa ada beberapa kesalahan yang berdampak pada hasil pertandingan" ujar Ogawa melansir BolaSport (grup suryamalang) Kamis, (22/1/2026).

"Untuk itu kami sungguh meminta maaf kepada klub-klub," imbuhnya. 

Samakan Interpretasi dan Edukasi Berkelanjutan

Ogawa menambahkan, ia akan fokus memperbaiki perbedaan interpretasi wasit.

Pria berusia 66 tahun tersebut menegaskan langkah terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meminimalkan perbedaan pemahaman dan interpretasi antarwasit.

Baca juga: Pemain Timnas Indonesia Selamatkan Excelsior Rotterdam dari Kekalahan, Miliano Jonathans Cetak Gol

Menurutnya, edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama peningkatan kualitas perwasitan di Indonesia.

"Ada hal penting yang harus kami lakukan, yaitu meminimalkan perbedaan pemahaman dan interpretasi di antara para wasit" ucap pria asal Jepang itu.

"Itulah alasan mengapa edukasi ini harus terus berlanjut," sambungnya. 

Singgung VAR dan Kerugian Laga

Terkait evaluasi kinerja secara keseluruhan, Ogawa mengakui kondisi perwasitan saat ini masih jauh dari memuaskan.

Dalam laporan yang ia terima, keputusan wasit di dalam pertandingan cukup banyak salahnya.

Termasuk kapan VAR boleh melakukan intervensi dan kapan VAR tidak seharusnya terlibat.

Serta cara mengenali setiap jenis insiden secara tepat di lapangan.

"Mengenai statistik, 100 persen kami tidak puas dengan kondisi saat ini. Namun tidak cukup hanya mengatakan ‘tidak puas’, kami harus terus melanjutkan edukasi,” tegas Ogawa.

Baca juga: Persema Malang Janji Lakukan Evaluasi Usai Tersingkir di Babak 16 Besar Liga 4 Jatim

Lanjut Ogawa, PSSI telah menyiapkan program-program berkualitas untuk meningkatkan standar perwasitan, khususnya dalam aspek positioning dan pergerakan.

Ogawa meyakini sebagian wasit sudah menunjukkan pemahaman yang baik.

Saat ini kompetisi Super League akan masuk ke putaran kedua, di mana penentuan juara dan tim degradasi segera diketahui.

Sementara Championship akan memasuki fase krusial di putaran ketiga, di mana sudah mulai terlihat tim yang promosi.

Ogawa optimistis para wasit mampu menunjukkan peningkatan signifikan seiring berjalannya kompetisi.

"Kami akan memasuki paruh kedua Super League, dan Championship juga akan memasuki fase yang serius" ucapnya. 

"Karena itu saya percaya para wasit bisa memberikan keputusan yang lebih tepat dan sesuai harapan di lapangan,” tutup Ogawa.

Jadwal "Suka-suka" Super League dan Protes Pemain

Sementara itu, Super League 2025/26 mengalami libur pertengahan musim lebih pendek ketimbang libur SEA Games 2025, dan kembali berlanjut dengan segala kemegahan dan keunikannya.

Pekan ke-18 atau dimulainya putaran kedua akan ditabuh pada Jumat (23/1/2026) dengan menggelar dua pertandingan yang mempertemukan Persis Solo vs Borneo FC dan Persija Jakarta vs Madura United.

Seluruh tim kini sudah bisa memainkan rekrutan baru setelah berlangsungnya bursa transfer "musim dingin" sejak 10 Januari.

Dimulainya pekan ke-18 menjadi awalan baru setelah rehat selama dua pekan dengan disertai pergerakan transfer.

Meski berstatus libur tengah musim, rehat dua pekan tersebut bukan terlama yang dialami klub Super League pada musim ini.

Baca juga: Jadwal Laga Pembuka Super League Putaran Kedua: Arema FC dan Persija Pamer Bintang Baru

Sebelumnya, Super League sudah mengalami libur lebih panjang saat kompetisi dihentikan akibat SEA Games 2025.

Saat itu, PSSI berniat memberi ruang bagi timnas U-23 Indonesia untuk memanggil para pemain terbaik (hanya untuk tersingkir di fase grup).

Durasi mandeknya kompetisi kala SEA Games 2026 mencapai tiga pekan. Lebih dari itu, libur selama tiga pekan tersebut bukan pertama kali terjadi di Super League 2025/26.

Pada akhir September lalu, PSSI menatap dua agenda penting di jeda internasional Oktober, yaitu Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dua agenda timnas U-23 dan timnas senior tersebut membuat PSSI menitahkan pekan ke-8 Super League untuk ditunda.

Alhasil, kompetisi Super League harus menjalani libur tiga minggu.

Dengan demikian, Super League telah mendapatkan "libur tengah musim" tiga kali, yaitu tiga pekan (September-Oktober), tiga pekan (Desember), dan dua pekan (Januari).

Baca juga: Trio GDV Jadi Andalan Maut Arema FC di Putaran Kedua BRI Super League

Dampak lain dari penjadwalan suka-suka ini adalah pemain dan pelatih harus berlaga saat seharusnya berlibur.

Pada masa Natal dan Tahun baru lalu, I.League selaku operator malah menggelar pertandingan tunda pekan ke-8.

Hal itu sempat menimbulkan protes dari gelandang Persib Bandung, Thom Haye. 

“Ya. Saya harus bilang, buat saya ini benar-benar gila, pertandingan bisa dijadwalkan pada tanggal 27 Desember 2025,” ujar Thom Haye.

“Semua orang tahu periode ini seperti apa. Jadi bagi kami harus bermain di periode ini, menurut saya itu benar-benar gila" pungkasnya. 

(BolaSport.com/Bolasport.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.