Hampir Dua Bulan Pascabanjir, Sejumlah Pesantren di Aceh Tamiang Masih Berlumpur
January 22, 2026 10:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sejumlah pesantren di Aceh Tamiang belum sepenuhnya bebas dari sisa lumpur banjir bandang yang menerjang daerah ini pada 26 November 2025.

Keberadaan lumpur ini menyebabkan akses masuk ke pesantren terhambat hingga berdampak terhadap terganggunya aktivitas belajar.

“Kami sedikit terkejut ternyata hampir dua bulan lumpur di pesantren belum sepenuhnya bersih, dan lumpur ini sudah menyatu dengan sampah,” kata pengelola Yayasan As Sumatrani, Abdul Jalil ketika menyerahkan bantuan Al Quran dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf di Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026).

Jalil meminta izin kepada salah satu pengurus Dayah Darul Mukhlisin untuk meminta bantuan Mualem untuk membersihkan lumpur dan sampah.

Menurutnya proses pembersihan ini harus dilakukan secepat mungkin mengingat sudah mendekati bulan Ramadan.

Darul Mukhlisin sendiri sempat viral karena hamparan halamannya dipenuhi tumpukan kayu gelondongan yang terseret arus banjir bandang pada November 2025.

“Sebentar lagi puasa, kita ingin semua pesantren aktif memeriahkan nuansa Islami selama bulan puasa,” ungkapnya.

Baca juga: Korban Banjir di Aceh Tamiang Resah, Rumah yang Sudah Diperbaiki Mandiri Terancam tak Dapat Bantuan

Niat ini didukung penuh anggota DPRA, Muhammad Zakiruddin yang ikut aktif menyalurkan bantuan Al Quran.

Secara khusus dia memastikan bersedia mengerahkan alat berat yang dimilikinya untuk membatu membersihkan kawasan pesantren.

“Seluruh lembaga pendidikan harus segra pulih, ini penting untuk menjaga kualitas pendidikan kita,” kata Zakiruddin.

Dijelaskannya bantuan Al Quran yang diserahkan sejauh ini sudah sebanyak 1.400 pcs untuk dua pesantren di Aceh Tamiang dan masing-masing satu pesantren di Langkat, Sumatera Utara dan Aceh Utara.

“Semua pesantren ini sebelumnya kena banjir, Al Quran di sini semuanya hilang kena banjir, makanya butuh dukungan agar santri bisa belajar secara normal,” ujarnya.

Dipastikannya bantuan 1.400 Al Quran ini baru tahap awal karena secara keseluruhan ada 15.000 pieces yang akan disalurkan. 

Secara terjadwal bantuan ini akan diserahkan kepada beberapa pesantren di daerah yang terkena banjir pada akhir November 2025 lalu. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.