TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Polemik biaya atau tarif angkutan armada speedboat reguler bagi bayi sempat mencuri perhatian masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara).
Sejumlah penumpang sempat mengeluhkan anak-anak diminta untuk tetap membayar tarif penuh seperti orang dewasa.
Menyikapi hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara menegaskan tarif penumpang bayi atau infant pada angkutan speedboat reguler hanya dikenakan sebesar 10 persen dari tarif penumpang dewasa.
Bayi dalam hal ini adalah penumpang dengan kategori usia di bawah 2 tahun.
Sementara bagi mereka usia di atas 2 tahun dikategorikan sebagai penumpang dewasa.
Baca juga: Speedboat Reguler Tanjung Selor-Tarakan: Jadwal, Harga Tiket, dan Durasi
Ketentuan ini berlaku khusus bagi anak berusia maksimal dua tahun dan tidak boleh ditetapkan melebihi aturan.
"Bayi atau infant atau lebih tepatnya penumpang dengan usia dibawah 2 tahun dikenakan tarif 10 persen dari tarif normal. Tidak boleh lebih dari itu," tegas Idham, Kamis (22/1/2026).
Idham menjelaskan, pengaturan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 4 Tahun 2025 tentang Tarif Angkutan Sungai Antar Kabupaten/Kota serta Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 100.3.3.1/527/2025 tentang Angkutan Sungai Antar Kabupaten/Kota.
Ia menegaskan, Dishub Kaltara tidak akan toleransi terhadap penetapan tarif yang menyimpang dari aturan.
Jika ditemukan adanya pungutan berlebih, termasuk terhadap penumpang bayi, maka akan dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jika masyarakat menemukan penetapan tarif yang tidak sesuai, silakan laporkan kepada kami yang bertugas di lapangan," ujarnya.
Selain itu, Idham juga mengimbau calon penumpang agar lebih proaktif memastikan haknya.
Khusus bagi penumpang bayi, orang tua atau pendamping diminta menyiapkan dokumen pendukung seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, atau Kartu Identitas Anak (KIA) saat melakukan pembelian tiket.
"Kami minta penumpang menyiapkan dokumen agar tidak terjadi perbedaan penafsiran tentang ambang batas usia," katanya.
Menurut Idham, penegasan ini bertujuan untuk memberikan kepastian tarif, melindungi hak penumpang, serta menjaga ketertiban dan keadilan dalam pelayanan angkutan sungai yang menjadi moda transportasi utama masyarakat Kaltara.
| Rute | Tarif Dewasa | Tarif Bayi |
| Tarakan–Tanjung Selor | Rp145.000 | Rp14.500 |
| Tarakan–Pulau Bunyu | Rp120.000 | Rp12.000 |
| Tarakan–Malinau | Rp310.000 | Rp31.000 |
| Tarakan–Tideng Pale | Rp235.000 | Rp23.500 |
| Tarakan–Tanah Kuning | Rp185.000 | Rp18.500 |
| Tarakan–Nunukan | Rp280.000 | Rp28.000 |
| Tarakan–Sungai Nyamuk | Rp280.000 | Rp28.000 |
| Tarakan–Sembakung | Rp315.000 | Rp31.500 |
| Tanjung Selor–Nunukan | Rp405.000 | Rp40.500 |
| Rute | Tarif |
| Tarakan–Tanjung Selor | Rp115.000 |
| Tarakan–Pulau Bunyu | Rp95.000 |
| Tarakan–Malinau | Rp245.000 |
| Tarakan–Tideng Pale | Rp185.000 |
| Tarakan–Tanah Kuning | Rp150.000 |
| Tarakan–Nunukan | Rp220.000 |
| Tarakan–Sungai Nyamuk | Rp220.000 |
| Tarakan–Sembakung | Rp250.000 |
| Tanjung Selor–Nunukan | Rp325.000 |
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu