TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN -- Kasus kekerasan secara beruntun yang pernah terjadi diawal tahun 2025 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, yang melibatkan anak sekolah, bukanlah sebuah kasus biasa.
Ibu Kota Kabupaten Mitra adalah Ratahan. Berjarak sekitar 65 kilometer dari Manado Ibu Kota Provinsi.
Jarak tersebut dapat ditempuh dengan berkendara selama 2 jam empat metit.
Dari data yang diperoleh, kasus kekerasan ini ternyata merupakan sekelompok anak muda yang melakukan aksi tersebut secara bersama dalam satu kelompok terorganisir.
Dari data yang diperoleh di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Mitra, hal tersebut sebagai suatu kasus yang perlu penanganan serius
Penanganan ini harus melibatkan semua pihak, baik keluarga, sekolah, lingkungan dan tokoh agama di luar penanganan piihak kepolisian.
“Kasus kriminal adalah cara pandang pihak kepolisian dalam melihat kasus ini, tapi kami melihat dari sisi ketimpangan sosial yang terjadi dan DP3A sangat berperan didalamnya untuk menangani hal Ini,” ujar Kepala DP3A Mitra Sandra E Kindangen di ruang kerjanya, Kamis 22 Januari 2026.
Menurutnya, kasus tersebut adalah hanya salah satu dari sekian kasus yang ditangani secara tuntas oleh DP3A Mitra.
Terdata sebanyak 30 kasus kekerasan pada anak dan wanita di Kabupaten Mitra.
Dari kasus tersebut, ada 11 laki-laki dan 19 perempuan yang jadi korban.
Sementara untuk kasus seksual terdata ada sembilan korban.
Sementara KDRT, dan penelantaran sebanyak tujuh kasus.
Selain itu, ada 14 kasus perundungan fisik yang tercatat di DP3A Mitra yang telah selesai ditangani.
Kindangen mengatakan sosialisasi akan terus dilakukan oleh DP3A Mitra, baik di lingkungan sekolah maupun tempat ibadah.
Tujuannya untuk mengajak masyakat segera melaporkan jika terjadi kasus seperti KDRT maupun perundungan bahkan menerima informasi terkait tugas DP3A.
“Kami sudah menyediakan tenaga bantuan berupa pendampingan baik pendampingan hukum maupun konselor bagi korban terkait kasus yang dialami," kata dia.
Meskipun dengan efesiensi anggaran dan keterbatasan anggaran namun DP3A Mitra tetap berupaya melayani masyarakat.
"Terutama korban yang tertimpa masalah kami pastikan akan langsung melayani,” tegas Kindangen. (Nie)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini