SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu Nurochman mendapat apresiasi beberapa pihak usai melakukan mutasi besar-besaran di Lingkungan Pemerintah Kota Batu pada Rabu (21/1/2026) lalu di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.
Total ada sebanyak 15 pejabat pimpinan tinggi pratama di Pemkot Batu yang posisinya dimutasi oleh Nurochman, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Zadiem Efisiensi yang digeser setelah tujuh tahun menjabat dan kini menempati posisi Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Batu.
Selain mengganti Sekda yang sementara ini diisi Pelaksana Harian (Plh) Sekda, Eny Rachyuningsih yang juga sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu, Nurochman juga merotasi sembilan kepala dinas.
Terkait langkah berani yang diambil Nurochman dan Heli Suyanto ini, Pemerhati Sosial dan Pemerintahan, Maryunani menilai mutasi merupakan proses pokok yang harus terjadi dan dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang selalu sejalan dengan visi dan misi pemerintahan.
“Mutasi merupakan bagian strategi managemen sumberdaya manusia dalam mencapai tujuan birokrasi yang dinamis, efektif, profesional dan semua itu harus didasarkan pada prinsip,” kata Maryunani, Kamis (22/1/2026).
Prinsip itu menurut Maryunani meliputi pengembangan karier dan kompetensi, menempatkan karier pada posisi yang sesuai keahliannya, memberikan kesempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperluas pengalaman dan pengembangan karier.
“Mutasi juga sebagai penyegaran, menghindari stagnasi kejenuhan yang dapat menurunkan motivasi dan kinerja serta mencegah adanya kerajaan atau dinasti kecil akibat terlalu lama di satu posisi,” ujarnya.
Baca juga: 15 Pejabat Tinggi di Pemkot Batu Kena Mutasi, Berikut Daftar Nama yang Mengisi Dinas Lahan Basah
Untuk itu pemerhati yang juga sekaligus mantan ASN yang ikut andil aktif dalam perjuangan status Pemerintah Kota Batu, mengapresiasi langkah Nurochman dan Heli Suyanto terkait ini.
“Saya mengapresiasi langkah ini. Pelantikan dan rotasi pejabat ini yang pertama dilakukan di satu tahun kepemimpinannya, meskipun itu merupakan hal yang lambat terjadi, walau beberapa bulan lalu telah gencar disuarakan banyak pihak, khususnya pada jabatan Sekretaris Kota Batu yang telah dijabat Zadim Efisiensi lebih dari 6 tahun, dari era Wali Kota Edy Rumpoko, Dewanti hingga saat ini,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Mas Mar itu menilai dorongan untuk mutasi Sekda Kota Batu tidak didasari rasa kebencian pada individu, melainkan untuk menjaga keseimbangan sistem birokrasi tetap sehat dan terjadinya proses regenerasi yang baik.
“Serta menghindari terbentuknya gab pejabat yang di anak emaskan dan menimbulkan hubungan kerja yang tidak harmonis serta efek negatif, penyalahgunaan kewenangan dan aneka hal dampak sosial dan moral. Enam tahun berturut-turut, dalam pengelolaan APBD Kota Batu selalu SILPA anggaran dengan jumlah Rp 1 triliun lebih, merupakan bagian barometer pemerintahan yang tidak efektif, baik dalam perencanaan maupun pembangunan. Semoga di tahun ini tidak terjadi pada kinerja pejabat yang baru di mutasi dalam menjalankan tugasnya,” pungkasnya.
Baca juga: Empat Jabatan Strategis di Pemkot Batu Masih Kosong Pasca Mutasi Pejabat Besar-Besaran
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto juga memberikan apresiasi terharap langkah yang diambil Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu.
Pihaknya mendorong agar pejabat yang telah diberikan amanah baru dalam menjalankan tugas di lingkungan Pemkot Batu dapat segera berkerja.
“Semoga pejabat yang dilantik bisa segera action menjalankan program-program yang ada di SKPD masing-masing. Selain itu juga memberikan inovasi-inovasi berupa program baru yang tentunya sangat ditunggu oleh masyarakat Batu,” tutur Ludi Tanarto.
Sedangkan Ketua Pokja Kota Batu, Andrek Prana berharap adanya mutasi ini dapat memberikn pengaruh langsung terhadap masyarakat. Sehingga pejabat yang dimutasi tidak hanya berpindah kursi saja.
“Kami masyarakat Kota Batu, tidak anti perubahan. Kami mendukung segala upaya penyegaran birokrasi yang visioner dan berdasarkan meritokrasi murni. Namun mutasi besar tanpa peta kompetensi yang transparan dan jaminan terhadap kualitas layanan publik berisiko hanya menjadi rotasi kursi belaka, bukan akselerasi menuju Mbatu SAE. Kami akan terus mengawasi secara kritis, karena komitmen bersama adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batu,” terang Andrek Prana.(myu)