Dorong Pemerataan Transportasi Publik di Surabaya, Komisi C DPRD: Warga Terbantu Mobilitasnya
January 22, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - ‎Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mendukung optimalisasi layanan transportasi publik.

Setiap wilayah di Surabaya harus terjangkau oleh layanan transportasi masal.

‎Aning mendukung pemerataan layanan transportasi publik yang kini makin menjangkau wilayah Surabaya Utara dan Surabaya Timur.

"Dua wilayah ini belum terlayani optimal," kata Aning, Kamis (22/1/2026).

‎Aning mendorong agar dilakukan evaluasi dan pendalaman komprehensif terhadap rute-rute yang saat ini menopang mobilitas warga di kawasan tersebut. Terutama rute yang kini dilalui feeder Wira Wiri Purabaya-Kenjeran.

Baca juga: DPRD Surabaya Usulkan Agar Digitalisasi Parkir Diterapkan Secara Menyeluruh

‎Angkot ber-AC ini sudah makin meluas jangkauannya hingga permukiman. Rute Terminal Purabaya menuju wilayah Kenjeran itu dilayani Wira Wiri setelah berakhirnya kontrak operasional bus dari Kemenhub pada akhir 2025 lalu.

‎‎“Dishub harus melakukan evaluasi terhadap pengguna rute Purabaya-Kenjeran. Kalau jumlah penumpangnya signifikan, ya harus tetap disupport. Banyak warga terbantukan mobilitasnya di wilayah ini,” kata Aning.

‎‎Politisi PKS ini menyebut, pemerataan layanan transportasi publik tidak bisa hanya dilihat dari sisi ketersediaan armada, tetapi juga dari kebutuhan riil masyarakat.

‎Karakteristik Wilayah

‎‎Kawasan Surabaya Utara dan Surabaya Timur memiliki karakteristik wilayah yang berbeda. Sebenarnya aktivitas warga di dua wilayah ini cukup tinggi dan ketergantungan pada angkutan umum juga signifikan.

‎Diakui, anggaran murni 2026 belum terdapat alokasi khusus terkait penambahan layanan transportasi publik di wilayah tersebut. Namun, peluang dukungan anggaran tetap terbuka melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Baca juga: Ancaman Cuaca Ekstrem Jelang Nataru, Komisi A DPRD Surabaya Imbau Warga Hindari Lokasi Risiko Tinggi

‎Dengan catatan, hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemanfaatan yang baik. Kalau evaluasinya bagus dan manfaatnya jelas untuk masyarakat, tentu bisa ditambahkan anggaran di PAK 2026.

‎Dia mendesak agar Pemkot Surabaya terus mempertahankan skema Buy The Service (BTS). Menurutnya, sistem BTS memungkinkan pemerintah membeli layanan angkutan.

‎Setiap bulan, kru dan sopir yang memberi honor adalah Pemkot. Tidak perlu menggantungkan pada tiket penumpang.

‎‎Wira Wiri Gantikan Bus

‎‎Usai habis kontrak bus rute Purabaya-Kenjeran oleh Kementerian Perhubungan, operasionalnya digantikan Wira Wiri Suroboyo. Hal ini harus dipahami sebagai langkah transisi sambil menunggu hasil evaluasi lanjutan.

‎‎DPRD mendukung kebijakan Pemkot selama bertujuan memperluas akses transportasi publik dan mengurangi ketimpangan layanan antarwilayah.

‎‎“Jangan sampai warga yang sudah terbantu moblitasnya selama ini justru kehilangan akses. Pemerataan layanan ini penting, tapi harus berbasis data dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata alumnus ITS ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.