Hadiah Fantastis Juara Piala Afrika, Skuad Senegal Diguyur Duit dan Sebidang Tanah
January 22, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Kesuksesan Timnas Senegal menjuarai Piala Afrika 2025 berbuah manis. Para pemain dan ofisial tim berjuluk Singa Teranga itu mendapat hadiah uang setara miliaran rupiah, serta sebidang tanah dari pemerintah Senegal.

Senegal memastikan gelar juara setelah menaklukkan Maroko dengan skor 1-0 pada partai final yang digelar Senin (19/1/2026) WIB. Laga puncak berlangsung ketat.

Gol tunggal kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Gueye pada menit ke-94, sekaligus membungkam publik tuan rumah Maroko.

Gelar tersebut menjadi trofi Piala Afrika kedua bagi Senegal sepanjang sejarah. Sebelumnya, Sadio Mane dan kolega menjuarai edisi 2021 usai mengalahkan Mesir di partai final.

Usai merengkuh gelar keduanya, para pemain dan pelatih Senegal langsung pulang ke negaranya untuk merayakan kesuksesan itu.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak masyarakat Senegal tumpah ruah di jalan untuk merayakan gelar tersebut.

Pemerintah Senegal memberi apresiasi kepada para pemain dan ofisial Singa Teranga.
 
Sebagai bentuk apresiasi, Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye memberikan penghargaan langsung kepada para pemain dan ofisial tim nasional.

Baca juga: Pelatih Senegal Tolak Pengunduran Sadio Mane Usai Juarai Piala Afrika 2025: Dia Milik Rakyat

Dilansir dari beIN Sports, Presiden Faye memberikan uang tunai sebesar 75 juta franc CFA kepada masing-masing pemain dan ofisial.

Jika dikonversi, nominal tersebut setara dengan sekitar Rp2,2 miliar per orang.

“Saya memberikan masing-masing Singa (anggota skuad Senegal) yang hadir dengan 75 juta franc CFA,” kata Presiden Faye, dikutip dari Tuttomercato.

Tak hanya uang tunai, Presiden Faye juga menghadiahkan sebidang tanah seluas 1.500 meter persegi kepada para pemain dan ofisial.

Tak tanggung-tanggung, sebidang tanah yang diberikan itu terletak di Petite-Cote, salah satu daerah pesisir yang paling diminati di Senegal.

Tak cukup sampai di situ, pelatih dan pemain Senegal dianugerahi pangkat Komandan Orde Singa Nasional, yang merupakan penghargaan tertinggi di negaranya.

Setelah memberi hadiah ke pemain dan ofisial, Presiden Faye juga memberi penghargaan ke Kementerian Olahraga Senegal.

Penghargaan ini berupa uang tunai sebesar 305 juta franc CFA (Rp9,2 triliun) untuk memperkuat status kementerian itu.
 
Sayangnya penghargaan dan hadiah-hadiah yang didapat ini bisa jadi tak cukup membuat Timnas Senegal tidur dengan tenang.

Hal ini tak lepas dari adanya pernyataan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) atas kejadian di final Piala Afrika 2025.

Baru-baru ini, CAF mengutuk keras perilaku sejumlah pemain dan ofisial Senegal yang sempat melakukan walk out (WO) usai Maroko dihadiahi penalti.
 
Untuk kasus ini, CAF kabarnya tengah mengkaji kejadian tersebut dan akan menjatuhkan hukuman kepada pihak yang terbukti bersalah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.