TRIBUNJATIM.COM - Manajer Unit Layanan Pelanggan Pamekasan UP3 Madura, Muhammad Andrian Wijaya menyampaikan, video yang menyebar tidak utuh sesuai kondisi saat kejadian.
Pihak PLN akhirnya buka suara setelah viral video seorang warga protes dan menyebut pelayanan pihak PLN sangat buruk.
Warga tersebut mengklaim dirinya telah menunggu berjam-jam untuk bisa mendapat pelayanan baik dari petugas.
Klaim tersebut dijawab oleh pihak PLN sebagai berikut
"Video yang viral tidak menggambarkan keseluruhan proses pelayanan pada hari itu," katanya, seperti dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Kamis (22/1/2026).
Dia menjelaskan, pelanggan atas nama Bang Dullah datang ke Kantor ULP PLN Pamekasan pukul 09.57 WIB.
Saat itu ditemui langsung oleh petugas PLN dan dijelaskan mengenai keluhan kelistrikan yang dialami perekam video.
Setelah itu, perekam video meninggalkan Kantor PLN pada pukul 10.12 WIB.
Pada pukul 11.49 perekam video datang lagi ke Kantor PLN dan bertemu langsung dengan pimpinan PLN.
"Dalam pertemuan tersebut, alternatif solusi layanan sudah disampaikan, dan pelanggan memahami serta mempertimbangkannya," katanya.
Bahkan, tambah Andrian Wijaya, PLN sudah memberi ruang diskusi ke pelanggan.
Termasuk kebijakan PLN tetap mengacu pada peraturan dan kebijakan yang berlaku juga sudah dijelaskan.
Video rekaman warga Pamekasan protes terhadap pelayanan petugas di Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pamekasan, Jawa Timur, viral di media sosial pada Rabu (21/1/2026).
Informasi yang dihimpun Kompas.com, perekam video atas nama Bang Dullah datang ke Kantor PLN ULP Pamekasan pukul 09.57 WIB pada Senin (19/1/2021) untuk mendapatkan pelayanan terhadap masalah yang dihadapi.
Pada video berdurasi 1 menit 20 detik, perekam video berteriak-teriak melampiaskan kekecewaannya di depan sejumlah petugas PLN.
"Saya sudah sabar dari pagi menunggu tapi tidak dilayani sampai jam 1 siang," katanya di rekaman video.
Selain itu, dengan nada keras perekam asal Pamekasan mengaku disuruh menunggu sejak pagi. Saat jam 12.00 masih disuruh menunggu.
Bahkan, setelah jam 13.00 tetap disuruh menunggu sehingga setelah jam istirahat perekam video marah dan berteriak-teriak sambil merekam situasi di ruang pelayanan PLN.
Baca juga: Viral Mobil Agya Kuning Kabur usai Tabrak Pasutri di Tulungagung, Warga Incar Pengemudi
"Sejak pagi disuruh menunggu tapi tidak dilayani. Kami sebagai rakyat kecil menuntut keadilan," ucapnya dalam video.
Dalam rekaman video itu, tidak ada pelanggan PLN lain yang dilayani. Terlihat hanya beberapa petugas PLN duduk di ruang pelayanan.
Petugas PLN hingga satpam hanya diam saat perekam video masuk ke ruangan dan mendokumentasikan suasana kantor PLN.
"Tak kira informasi di media tidak benar. Faktanya saya datang sendiri," ucap perekam video lagi.
Pada rekaman itu pula, ia meminta segera ada tindak lanjut dari PLN Jawa Timur dan PLN pusat soal pelayanan di Pamekasan.
"Ini, dari tadi saya nunggu terus tidak ada yang melayani, bobrok," katanya berulang-ulang.
Pada rekaman itu, perekam video juga menggambarkan meja pelayanan yang sudah kosong, tidak ada petugas PLN.