Tugas Khusus Agam Rinjani Dalam Proses Evakuasi Korban Pesawat Jatuh di Maros
January 22, 2026 11:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Maros - Pencarian korban pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus dilakukan, baik oleh tim SAR gabungan maupun relawan.

Satu di antara para relawan yang ikut dalam proses evakuasi jenazah korban pesawat jatuh tersebut yakni Agam Rinjani.

Pemandu Gunung Rinjani tersebut bahkan mendapat tugas khusus dalam proses evakuasi korban di Gunung Bulusaraung.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan 10 orang di dalamnya hilang kontak saat menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dan ditemukan hancur di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Dugaan sementara, pesawat menabrak tebing, menewaskan seluruh kru serta tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tengah menjalankan misi pengawasan laut.

Pesawat ATR 42-500 adalah pesawat turboprop regional buatan ATR (Aérospatiale/Alenia) yang dirancang untuk rute jarak pendek–menengah, terutama ke bandara kecil atau daerah terpencil.

Adapun penggunaan ATR 42-500 banyak dipakai maskapai regional di berbagai negara, termasuk untuk penerbangan perintis dan rute antarpulau. Di Indonesia, tipe ATR (termasuk seri 42/72) populer karena cocok dengan kondisi geografis.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunnewsBogor.com, Agam mendapat tugas khusus mengevakuasi korban di jalur vertical gunung tersebut.

Sampai kini sudah ada sembilan korban yang ditemukan.

Dua di antaranya sudah diidentifikasi, Deden Maulana dan Florencia Lolita.

Keduanya sudah dibawa keluarga untuk disemayamkan.

Agam Rinjani pun membantu Tim SAR mencari dan mengevakuasi jasad korban dari atas gunung.

"Jadi kami ikut saja koordinasi dari teman-teman Basarnas, bagaimana strateginya kami ikut membantu, khsusunya vertical rescue," katanya.

Ia datang bersama dua relawan lainnya.

"Jadi kami ikut koordinasi dengan tim apa yang bisa kami bantu, kami bantu, khususnya di medan terjal," katanya.

Baca juga: Penyebab Jatuhnya Pesawat IAT Mulai Diinvestigasi Seusai Black Box Diserahkan ke KNKT

Agam akan membantu Tim SAR di jalur terjal.

"Kita ambil posisi di vertical di camp," katanya.

Dia mengatakan berfokus pada evakuasi dan pencarian korban.

Agam Rinjani akan bergabung dengan tim di jalur utama evakuasi.

"Gabung di pos 9 di jalur utama di vertical. Ada beberapa kita bantu di verticalnya," katanya.

Ia sudah membawa peralatan lengkap untuk vertical rescue.

"Ada tali, alat vertical rescue lengkap," katanya.

Agam pun memposting video sudah sampai di puncak Gunung Bulusaraung.

Ia mengatakan medan dan kondisi cuaca menjadi hambatan utama.

"Jadi seperti ini kondis di sekitaran puncak, kabut sudah beberapa hari, wajar evakuasi sulit dilakukan, tapi kita harus tetap semangat gotong royong nomor satu, merdeka," katanya.

Di postingan terbaru, Agam sudah mengevakuasi korban.

"Ini lagi rijing ke bawah, tema-teman lagi menarik ke atas, ok," katanya.

9 Korban Sudah Ditemukan

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muh Arif menerangkan sembilan korban sudah ditemukan.

Berikut rinciannya:

Minggu (18/1/2026): 1 orang, Dede Maulana

Senin (19/1/2026): 1 orang, Florencia Lolita.

Rabu (21/1/2026): 1 body part atau bagian tubuh.

"Enam korban yang ditemukan hari ini kondisinya tidak utuh. Ada setelah badan, ada kepala, dan ada bagian tubuh lain," kata Arif.

Kini Tim SAR masih mencari satu korban lagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.