Sederet Kejanggalan Jelang Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, KNKT belum Tahu Alasannya
January 23, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM - Ada beberapa kejanggalan terkait dugaan sebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026).

Salah satunya, arahan dari petugas menara pengawas lalu lintas udara yang beberapa kali tidak diikuti oleh pilot.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengatakan, pesawat ATR 42-500 kebablasan dan keluar jalur saat hendak mendarat atau landing di Bandara Sultan Hasanuddin.

"Ini yang putih adalah rute pesawat ketika terjadi kecelakaan tersebut. Rute yang kuning tadi yang disampaikan Direktur AirNav bahwa STAR atau Standard Terminal Arrival Route yang untuk runway 21 itu harus dimulai dari Araja, titik Araja," kata Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Selasa (20/1/2026). 

Baca juga: Pilot Bablas di Saat Sudah Ada Peringatan, KNKT Ungkap Sebab Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Dari Araja, pesawat harus terbang menuju ke poin Openg dan kemudian terakhir ke Kabip. 

Namun, pesawat ATR 42-500 itu keluar jalur atau tidak terbang menuju ke poin Araja seperti yang telah diarahkan.

Ketika diminta langsung memotong jalur ke poin Openg, pesawat ATR 42-500 tersebut tetap bablas. 

“Kami juga belum bisa menyampaikan kenapa alasannya," lanjutnya. 
Setelah itu, pesawat ATR diminta untuk menuju ke poin Kabip karena Openg ternyata juga sudah terlewat. 

Hal itu dilakukan supaya pesawat bisa melakukan intercept localizer untuk automatic landing system-nya. 

Namun ATR 42-500 tersebut tetap terus terbang keluar jalur. 

Pesawat kemudian masuk ke kawasan pegunungan Bulusaraung. 

"Terus terakhir pesawat berbelok ke kanan. Nah, terakhir komunikasinya bahwa ATC menanyakan apakah dia berbelok ke kanan dengan heading 245,” ujar Soerjanto. 

“Diharapkan dia heading 245 itu bisa memotong ILS itu sehingga alat pandu pendaratan otomatisnya bisa bekerja,” tambahnya. 

Baca juga: Ribuan Pelayat Sholat Jenazah Jelang Pemakaman Deden Maulana, Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Setelah itu, pesawat ATR 42-500 milik IAT yang disewa oleh KKP mengalami crash. 

Komunikasi antara menara pengawas lalu lintas udara (ATC) dan pesawat terputus atau lost contact setelah itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.