TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek memilih tema pembangunan tahun 2027 yaitu 'Penguatan Peran Komunitas dan Lintas Sektor untuk Mewujudkan Kota yang Atraktif dan Berkelanjutan.
Tema tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2027 yang digelar di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (22/1/2026).
Dalam FKP Ranwal RKPD 2028 tersebut juga dipaparkan tiga prioritas pembangunan utama yang menjadi fokus RKPD Kabupaten Trenggalek tahun 2027.
Yang Pertama, pembangunan infrastruktur publik yang partisipatif untuk mendukung kota atraktif dan berkelanjutan.
Kedua, pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan berbasis komunitas. Sedangkan yang ketiga, tata kelola pemerintahan berbasis ekologi dan data.
“Perencanaan pembangunan wajib selaras dengan RPJMD yang telah ditetapkan. Setiap tahapan RKPD disusun sebagai turunan langsung dari dokumen tersebut,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyowati, Kamis (22/1/2026).
Ratna menegaskan, penyusunan RKPD dilakukan secara sistematis, terintegrasi, dan partisipatif dengan menampung masukan dari berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, masyarakat melalui musrenbang, kebijakan pemerintah pusat, hingga aspirasi legislatif.
Seluruh usulan disaring agar sejalan dengan tema dan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).
Dalam FKP Ranwal tersebut salah satu pembahasan yang menjadi sorotan adalah tuntutan pembangunan yang optimal di tengah kondisi fiskal yang terbatas ditambah lagi adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Baca juga: Soroti Rupiah Melemah, Ketua MUI Dorong Pajak Berkeadilan dan Keberpihakan pada Rakyat Kecil
Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, Pemkab Trenggalek mendorong kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan komunitas, organisasi masyarakat, dunia usaha melalui program CSR, serta peran aparatur sipil negara.
Pendekatan berbasis komunitas juga diterapkan dalam berbagai program lingkungan seperti di Kecamatan Watulimo, lalu pengelolaan kawasan, termasuk kerja sama perhutanan sosial dengan Perhutani di wilayah pegunungan seperti Kecamatan Panggul dan Pule.
Menurut Ratna, RKPD 2027 memiliki posisi strategis sebagai peta jalan operasional pembangunan daerah sekaligus pijakan untuk mencapai visi dan misi RPJMD Kabupaten Trenggalek periode 202-2027.
Dokumen ini disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya agar setiap program menjadi kelanjutan yang logis dan tepat sasaran.
Melalui forum konsultasi publik tersebut, Pemkab Trenggalek berharap memperoleh masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan guna menyepakati tema dan prioritas pembangunan sebelum dokumen RKPD 2027 disempurnakan.
"Dengan sinergi dan gotong royong seluruh komponen masyarakat, keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk mencapai target pembangunan daerah," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik