BANJARMASINPOST.CO.ID – Tak lama lagi Ramadan 2026 tiba. Hanya dalam hitungan tak sampai sebulan, Ramadan 1447 Hijriah sudah ditemui.
Jadwal buka puasa, imsak maupun jadwal salat penting bagi umat muslim.
Tinggal unduh tanpa biaya dan selanjutnya bisa dicetak sendiri untuk pegangan imsakiyah selama bulan Ramadan.
Baca juga: Bupati HSS: Laporan Pemerintahan Jangan Sekadar Formalitas, Cerminkan Manfaat Nyata
Baca juga: BREAKING NEWS-Remaja 13 Tahun Tenggelam di Sungai Alalak Batola, Relawan dan Warga Lakukan Pencarian
Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, umat Muslim di seluruh Indonesia mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa.
Salah satu panduan terpenting yang wajib dimiliki adalah jadwal imsakiyah yang memuat waktu imsak, jadwal shalat, hingga waktu berbuka puasa.
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) telah menyediakan fasilitas daring bagi masyarakat yang ingin mengetahui jadwal resmi untuk seluruh wilayah Indonesia.
Kabar baiknya, jadwal ini dapat diunduh secara gratis agar Anda bisa memantaunya kapan saja melalui ponsel maupun dicetak dalam bentuk fisik.
Bagi Anda yang ingin mengunduh jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 dalam format digital (Excel/PDF), berikut adalah langkah-langkah mudahnya:
Buka situs resmi: Kunjungi laman bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah.
Filter Wilayah: Pilih nama provinsi, kabupaten/kota, dan pilih tahun 2026.
Proses Data: Klik logo "search" atau "cari" (ikon berwarna hijau di sebelah kiri) untuk memproses data sesuai lokasi Anda.
Tampilkan Jadwal: Akan muncul rincian jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 lengkap untuk wilayah yang telah dipilih.
Unduh Jadwal: Klik logo "download" atau "unduh" (ikon berwarna hijau di sebelah kanan) untuk menyimpan data dalam format Excel yang kemudian bisa Anda simpan atau konversi ke PDF.
Simpan & Cetak: Simpan file tersebut di penyimpanan perangkat Anda. Anda juga bisa mencetaknya agar lebih mudah dilihat oleh keluarga di rumah.
Baca juga: 8.400 Hektare Sawah Gagal Panen di Kalsel Akibat Banjir, Potensi Kerugian Rp2,73 Triliun
Ya, bulan suci Ramadan 1447 Hijriah akan segera menyapa umat Islam pada Februari 2026.
Bagi Anda yang masih memiliki tanggungan utang puasa dari tahun sebelumnya, inilah saat yang tepat untuk segera melunasinya melalui puasa qadha sebelum waktu habis.
Membayar utang puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap muslim yang meninggalkannya karena alasan tertentu (uzur syar'i) seperti sakit, haid, nifas, atau sedang dalam perjalanan jauh (musafir).
Mengingat Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari, maka bulan Januari ini menjadi waktu krusial untuk menuntaskan kewajiban tersebut.
Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha sebagai puasa wajib harus dilakukan pada malam hari (sebelum terbit fajar). Berikut adalah lafal niatnya:
Teks Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Teks Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Saya niat berpuasa untuk mengganti (mengqadha) puasa fardu bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Beberapa Wilayah Banjarbaru Terendam Banjir, Warga Terserang Penyakit Kutu Air, Diare Hingga ISPA
Meskipun batas waktunya adalah hingga akhir bulan Syakban, umat Islam sangat dianjurkan untuk menyegerakan qadha agar tidak terhalang oleh hambatan lain di kemudian hari.
Anda diperbolehkan melaksanakan puasa qadha secara selang-seling atau tidak berurutan, sesuai dengan kemampuan fisik dan waktu yang tersedia.
Jika Anda ragu atau lupa jumlah hari yang ditinggalkan, para ulama menyarankan untuk mengambil jumlah yang paling banyak atau paling diyakini demi kehati-hatian (ihtiyath).
Jika utang puasa sengaja ditunda hingga melewati Ramadan berikutnya tanpa uzur yang sah, maka selain wajib mengqadha, orang tersebut juga diwajibkan membayar fidyah (memberi makan orang miskin).
Baca juga: Resmikan Revitalisasi 55 Sekolah di HST, Bupati: Sekolah yang Layak Menjadi Fondasi Penting
Melunasi utang puasa di awal tahun bukan hanya soal menggugurkan kewajiban hukum, tetapi juga sebagai bentuk persiapan spiritual.
Dengan menuntaskan tanggungan puasa, hati akan merasa lebih tenang dan lebih siap menyambut keberkahan Ramadan 1447 H.
Pastikan Anda mencatat kembali jumlah hari yang perlu diganti agar tidak ada kewajiban yang tertinggal sebelum memasuki pertengahan Februari nanti.
Berdasarkan data kalender astronomi dan maklumat ormas Islam, terdapat potensi perbedaan awal puasa pada tahun ini:
Muhammadiyah: Secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Pemerintah & NU: Diperkirakan memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan resmi pemerintah tetap menunggu Sidang Isbat yang dijadwalkan pada 29 Syakban atau 17 Februari 2026.
Idulfitri: Libur nasional Idulfitri dalam SKB 3 Menteri telah ditetapkan pada tanggal 21-22 Maret 2026.
(Bangkapos.com)