Tepian Sungai Alalak, Kawasan Brangas Barat, Rai 17 Gang Famili RT02, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan mendadak ramai oleh kerumunan warga setelah kabar seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan tenggelam di kawasan tersebut. Kamis (22/1/2026) pukul 18.47 Wita.
Warga tampak berkerumun. Sejumlah relawan bersama beberapa warga berusaha menyisiri permukaan sungai.
Kondisi tepian sungai gelap, hanya diterangi lampu rumah warga desa yang redup. Sedang di tengah sungai lampu-lampu senter relawan terlihat kesana-kemari menyoroti sudut-sudut gelap tepi sungai.
Remaja tenggelam diketahui bernama Muhammad Yusuf bin Mirja (13). Insiden dikatakan bermula ketika Ia bersama sejumlah rekan seusianya asyik berenang di kawasan tersebut.
“Jadi kami berenang di sungai, dari jembatan terus ke arah sana. Terus saya bebalik lagi lalu Yusuf sudah turun ke sungai,” ujar Ihsan, kawan Yusif dengan nada pelan dan wajah sayup menahan rasa kehilangan.
Yusuf dikatakan bisa berenang, namun tidak selihai rekan-rekannya. Saat kejadian, kondisi sungai masih relatif dangkal, dengan arus yang tenang.
“Jadi yang saya tangkap dari cerita Ihsan itu, mereka ini berenang dari jembatan ini, kemudian terus (ke arah timur laut) beberapa meter ke sana. Nah Yusuf masih di atas jembatan sendirian. Kemudian Ihsan ini balik lagi ke jembatan namun si Yusuf sudah turun ke sungai saat didatangi,” ujar Ibrahim, guru Ihsan.
Saat berenang, Yusuf sempat tersenyum kepada Ihsan sebelum hilang. Ihsan mengira Yusuf sedang bercanda, namun Ia tak kunjung muncul ke permukaan. Mereka pun langsung melapor kepada warga sekitar. Pencarian pun segera dilakukan.
“Sempat senyum sebentar disangka begayaan (bercanda) si Ihsan ini tidak tahu. Ternyata selajur menghilang,” tambah Ibrahim.
Hingga lewat waktu Isya, lokasi kejadian masih dipadati warga. Relawan bersama masyarakat terus melakukan penyisiran, sementara tim selam Water Rescue dengan perlengkapan khusus tengah bersiap untuk menyelami dasar sungai guna melakukan pencarian.