Dulu Dikeluhkan Wisatawan, Jalan Akses Menuju Pantai Batu Buaya Boltim Kini Diaspal Mulus
January 23, 2026 02:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - BOLTIM - Jalan akses menuju destinasi wisata Pantai Batu Buaya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), akhirnya mendapat peningkatan signifikan setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi rusak.

Jalan yang sebelumnya hanya berupa pengerasan berbatu dan kerap licin saat musim hujan, kini telah diaspal.

Hal ini memberikan perubahan nyata bagi mobilitas warga dan wisatawan.

Peningkatan infrastruktur tersebut direalisasikan Pemerintah Kabupaten Boltim melalui pengalokasian anggaran tahun 2025 untuk proyek peningkatan jalur Tongkaina–Batu Buaya, jalan akses ke Pantai Batu Buaya.

Proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membuka keterisolasian wilayah serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pertanian secara berkelanjutan.

Pengaspalan jalan dikerjakan oleh CV Pinto Alfa Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,7 miliar.

Ruas jalan yang dibangun berada di wilayah Perkebunan Tongkaina, Desa Nuangan, yang selama ini dikenal sulit dilalui, khususnya bagi kendaraan roda empat.

Desa Nuangan ke Tutuyan - ibu kota Boltim berjarak 30,8 kilometer dengan waktu tempuh 51 menit dengan berkendara, lewat Jalan Kabupaten.

Sementara jarak Tutuyan ke Manado - ibu kota Sulut sejauh 118 kilometer dengan waktu tempuh 3 jam lebih 28 menit, lewat Jalan Provinsi, Boltim-Mitra-Minahasa-Tomohon-Manado.

Kini, jalan akses ke Pantai Batu Buaya telah berubah menjadi jalur yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Jalan Tongkaina–Batu Buaya merupakan satu-satunya akses utama menuju kawasan wisata Batu Buaya di Desa Iyok.

Pantai ini dikenal memiliki daya tarik alam yang khas dan berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan Boltim.

WISATA PANTAI BOLRIM - Potret Pantai Batu Buaya di Boltim.
WISATA PANTAI BOLRIM - Potret Pantai Batu Buaya di Boltim. (Istimewa/Dispar Boltim.)

Baca juga: Keindahan Pantai Batu Buaya Boltim Bisa Bikin Wisatawan Lupa Pulang, Ada Semburan Air 12 Meter

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kunjungan wisatawan diharapkan meningkat seiring terbukanya konektivitas antarwilayah.

Tidak hanya pengaspalan, kontraktor pelaksana juga membangun dua unit plat duiker.

Fasilitas ini berfungsi memperbaiki sistem drainase serta memperkuat struktur badan jalan, sehingga risiko kerusakan akibat aliran air dapat diminimalkan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin umur jalan yang lebih panjang.

Manfaat proyek mulai dirasakan masyarakat sejak awal 2026.

Aktivitas warga menjadi lebih lancar, baik untuk keperluan pertanian maupun mobilitas harian.

Akses ke kawasan wisata juga semakin terbuka, memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Pembangunan infrastruktur ini dipandang tidak semata sebagai proyek fisik, melainkan bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung terhadap perekonomian lokal.

Jalan yang layak diharapkan mampu mendorong distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pariwisata.

Salah satu warga Loyow, Abdul Agus, mengapresiasi kebijakan Pemkab Boltim.

Menurutnya, ditengah kondisi keuangan daerah yang masih dalam tahap efisiensi, realisasi pembangunan jalan menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita patut mengapresiasi pemerintah saat ini. Harapannya ke depan pengaspalan bisa dilanjutkan secara menyeluruh agar petani semakin terbantu,” ujarnya.

WISATA PANTAI BOLTIM. Potret Pantai Batu Buaya di Boltim.
WISATA PANTAI BOLTIM. Potret Pantai Batu Buaya di Boltim. (Istimewa/Dispar Boltim.)

Adapun proyek peningkatan jalan tersebut mencakup tiga titik pada satu jalur.

Dua titik berada di jalan perkebunan Tongkaina dengan panjang sekitar 465 meter dan 422 meter, sementara satu titik lainnya menuju kawasan wisata Batu Buaya sepanjang kurang lebih 770 meter. (Nie)

Baca juga: Pantai Batu Buaya, Ikon Wisata Baru di Boltim, Bisa Main Jetski hingga Banana Boat Bareng Keluarga 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.