TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Antusiasme ratusan siswa-siswi mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat menjadi sorotan utama kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti di SMPN 1 Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Kamis (22/1/2026) .
Kegiatan yang digelar dalam rangka Program Pagi Ceria itu dinilai bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan fondasi awal pembentukan karakter generasi Indonesia Emas 2045.
Meski tiba di OKU Timur pada dini hari sekitar pukul 00.15 WIB, Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan suasana pagi yang penuh semangat.
Ia menyebut energi positif yang terpancar dari anak-anak sebagai tanda kuatnya optimisme masa depan bangsa.
“Melihat anak-anak yang bersemangat ini, saya yakin Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, tetapi sesuatu yang bisa kita wujudkan bersama,” ujar Abdul Mu’ti, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Prakiraan Cuaca OKU Timur 22 Januari 2026, Martapura dan Wilayah Lainnya Diprediksi Hujan Ringan
Dalam kegiatan tersebut, para siswa TK hingga jenjang dasar tampak hafal dan antusias mengikuti gerakan Senam Anak Indonesia Hebat.
Bahkan, Mendikdasmen secara terbuka mengapresiasi kemampuan anak-anak OKU Timur.
“Kalau boleh jujur, tadi saya malah nyontek anak-anak. Mereka luar biasa,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Abdul Mu’ti menjelaskan, Senam Anak Indonesia Hebat merupakan bagian dari implementasi kebijakan Pagi Ceria yang telah diatur dalam Surat Edaran Bersama tiga menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Menteri Agama.
Program ini mencakup tiga kegiatan utama sebelum pembelajaran dimulai, yaitu doa bersama, menyanyikan Indonesia Raya, dan senam.
Menurutnya, pembiasaan sederhana namun rutin seperti senam pagi memiliki dampak besar dalam membangun karakter anak.
Ia menekankan pentingnya tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang salah satunya adalah bangun pagi, sebagai pondasi membentuk generasi berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menegaskan konsep tiga karakter utama yang harus dimiliki anak Indonesia agar mampu bersaing di masa depan, yakni knowledgeable (berpengetahuan luas), capable (terampil dan serba bisa), serta humble (rendah hati dan berakhlak mulia).
“Anak-anak boleh pintar dan terampil, tapi tanpa kerendahan hati dan akhlak yang baik, kesuksesan itu tidak akan utuh,” tegasnya.
Selain itu, ia juga memperkenalkan kembali program sekolah aman dan nyaman dan bernyanyi bersama lagu hidup rukun bersama teman.
"Ini merupakan program yang dikembangkan sesuai dengan arahan bapak presiden Indonesia Prabowo Subianto, agar anak-anak Indonesia membiasakan hidup rukun bersama teman-teman," bebernya.
Pada kesempatan ini juga ia menyampaikan pesan kepada guru guru yang bekerja di Kabupaten OKU Timur agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dan secara profesional.
Dan jangan lupa senantiasa mencintai anak-anak didik. Serta selalu dapat membangun hubungan yang baik antara sekolah dan orang tua.
Dan juga memberikan semangat kepada anak-anak didik agar dapat memperoleh prestasi," pesannya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, MT, MM menyampaikan bahwa kegiatan senam dan pembiasaan karakter sejalan dengan visi daerah dalam memanusiakan manusia melalui pendidikan.
"Pembangunan pendidikan di OKU Timur tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan watak dan martabat peserta didik," ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen, termasuk dana revitalisasi pendidikan sebesar Rp23,8 miliar yang telah memperbaiki 29 sekolah serta mendorong percepatan digitalisasi pendidikan melalui bantuan Interactive Flat Panel dan Laptop Merah Putih.
"Saya berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut agar ratusan sekolah lain di OKU Timur juga merasakan manfaat yang sama," pungkasnya.
Kunjungan Mendikdasmen di OKU Timur ditutup dengan pesan optimisme bahwa pembiasaan sederhana seperti Senam Anak Indonesia Hebat adalah langkah kecil yang berdampak besar dalam menyiapkan generasi sehat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan Indonesia.