TRIBUNTRENDS.COM - Upaya pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, masih terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.
Berbagai metode ditempuh demi menemukan survivor yang dilaporkan hilang tersebut.
Salah satu strategi yang dilakukan tim adalah menyebarluaskan informasi rinci mengenai pakaian dan barang-barang yang terakhir kali dikenakan serta dibawa Yasid sebelum dinyatakan hilang.
Data tersebut dipublikasikan melalui papan pengumuman agar dapat membantu proses identifikasi selama pencarian di lapangan.
Dari pantauan TribunSolo.com, daftar barang milik Yasid disampaikan secara detail.
Ia diketahui membawa dua soft flask hitam merek Coros, satu unit iPhone 13 Pro, jam tangan Garmin 165 for Runner berwarna putih, serta earphone hitam merek GT.
Baca juga: Pamit Terakhir Yasid Pendaki Hilang di Mongkrang, Sering ke Gunung, Ayah Ikut Cari Bareng Relawan
Selain itu, terdapat pula rokok Clasmild yang tersisa satu batang, serta makanan berupa Fitbar dan Soyjoy.
Tak hanya barang bawaan, ciri pakaian yang dikenakan Yasid juga turut diinformasikan.
Saat mendaki Bukit Mongkrang, ia diketahui mengenakan pakaian serba hitam dan sepatu Hoka Speedgoat berwarna ungu.
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa penyampaian informasi tersebut bertujuan untuk membantu tim SAR mempersempit area pencarian.
"Kami sudah menginformasikan barang-barang yang melekat survivor baik logistik maupun pakaian, warna baju, hingga sepatu dari hasil informasi yang digali dari keluarga maupun teman-temannya saat berada di Bukit Mongkrang," kata dia.
Namun demikian, hingga saat ini upaya pencarian masih belum membuahkan hasil. Tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan Yasid maupun barang-barang yang diduga melekat pada survivor tersebut.
Hilangnya Yasid Ahmad Firdaus (26), warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, saat mendaki Bukit Mongkrang membuat orang tua dan saudara kandungnya mendatangi basecamp Mongkrang.
Orangtua dan saudara kandung Yasid datang ke Basecamp Mongkrang untuk menunggu kabar mengenai keberadaan sang pendaki.
Ayah Yasid, Sapto Mulyadi (53), bersama ketiga saudara kandung dan iparnya, sudah berada di lokasi sejak Minggu (18/1/2026) malam.
Sapto tampak mengikuti briefing terkait upaya pencarian anak ketiganya.
Saat ditemui TribunSolo.com, Sapto menceritakan awal kedatangannya ke basecamp.
"Magrib saya dapat kabar, anak saya sedang dalam pencarian oleh petugas, sehingga minggu selepas Isya saya dan istri saya berangkat di sini," ujar Sapto, Rabu (21/1/2026).
Sapto menambahkan bahwa ia bersama istrinya, Rustiningsih (52), sempat menginap semalam di basecamp untuk mengikuti proses pencarian secara langsung.
"Minggu malam saya dan istri saya tetap tinggal di sini, namun istri saya kemarin pulang karena disarankan untuk beristirahat, saat ini saya ditemani anak-anak di sini," kata dia.
Baca juga: Pencarian Yasid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang Direncanakan 7 Hari, Dugaan Korban Pindah Jalur
Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa peristiwa hilangnya Yasid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya pada Rabu pagi.
Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, saat turun menuju pos tiga, Yasid terpisah dari rombongan.
Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yasid belum terlihat.
Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.
"Untuk keterangan saksi, teman-teman di pos dua dan ada satu orang lagi, yang paling belakang dan menyusul di pos dua, ternyata survivor belum sampai sehingga kejadian itu dilaporkan ke petugas," ujar Yohan.
Pencarian terus dilakukan oleh tim SAR dengan melibatkan relawan dan keluarga untuk menemukan Yasid Ahmad Firdaus.
(TribunTrends/TribunSolo)