Prabowo: Pengembangan SDM Adalah Kunci Menuju Bangsa yang Sukses
kumparanNEWS January 23, 2026 03:19 AM
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu aspek kunci untuk memajukan sebuah bangsa. Hal ini yang tengah dikembangkan di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
"Saya memiliki keyakinan bahwa modal manusia menentukan pertumbuhan jangka panjang, keuntungan jangka panjang. Pengembangan manusia, sumber daya manusia adalah kunci menuju bangsa yang berkembang dan sukses," kata Prabowo.
Prabowo bilang, pendidikan yang kurang bisa membuat negara menjadi gagal. Sebab, tingkat pendidikan menentukan kecerdasan dari rakyat.
"Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang bisa berharap untuk stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf, jika rakyatnya tidak mampu mengikuti sains dan teknologi modern," jelas dia.
Presiden Prabowo Subianto berbicara selama World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/2026). Foto: Denis Balibouse/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto berbicara selama World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/2026). Foto: Denis Balibouse/REUTERS
Dia memaparkan, pengembangan infrastruktur pendidikan kini dilakukan melalui program digitalisasi. Salah satunya dengan menyediakan layar interaktif di kelas-kelas.
"Tahun lalu, misalnya, kami merenovasi 16.140 sekolah. Kami melengkapi 288.000 sekolah, masing-masing dengan satu panel layar datar interaktif 75 inci," papar Prabowo.
"Di tahun mendatang 2026, kami akan menambah 1 juta lagi panel pintar interaktif ini sehingga setiap sekolah setidaknya akan memiliki 3 hingga 4 ruang kelas dengan panel-panel ini. Dan kami berharap dalam tiga tahun semua sekolah di Indonesia setidaknya memiliki 6 ruang kelas dengan panel interaktif digital," sambung dia.
Selain itu, Prabowo juga ingin merenovasi 60 ribu sekolah dan membangun 500 sekolah unggulan. Termasuk, Prabowo memamerkan capaiannya dengan membangun 166 Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo Subianto tinjau langsung Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Foto: Dok. Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto tinjau langsung Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Foto: Dok. Kemensos RI
Sekolah Rakyat ini ditujukan agar anak-anak yang berasal dari keluarga miskin tetap bisa menempuh pendidikan secara gratis. Targetnya, akan ada 500 Sekolah Rakyat di Indonesia.
"Saya bertekad bahwa anak dari orang yang paling miskin sekalipun tidak boleh tetap miskin. Mereka harus diberikan kesempatan yang sama. Dan itulah sebabnya saya telah membangun 166 dan saya akan membangun total 500 sekolah berasrama ini," ungkap dia.
Terbaru, Prabowo juga menyatakan bakal membangun 10 universitas baru di Indonesia. Hal ini masih dalam tahap penjajakan kerja sama dengan universitas-universitas di Eropa dan Amerika Utara.
"Untuk menjalin kerja sama dan menghasilkan universitas serta kampus berstandar internasional," katanya.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.