Anak Gemuk Tanda Sehat dan Menggemaskan, Apakah Benar dari Segi Medis?
January 23, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

“Dokter, banyak orang tua berpikir jika anak yang gemuk itu adalah tandanya sehat nih, Dokter. Nah, bagaimana cara Dokter Aisyah meluruskan hal ini, Dokter?”

(Jurnalis TribunHealth.com dalam Healthy Talk “Waspada Obesitas pada Anak, antara Gizi, Gaya Hidup, hingga Masa Depan Anak”)

Jawaban Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit UNS, dr. Aisya Fikritama, Sp.A:

“Iya, itu tadi ya, anggapan gemuk itu lucu.

Padahal sebenarnya enggak lucu-lucu amat.

Sebenarnya kalau masih bayi 0 sampai 6 bulan itu sudah pasti gembul ya karena misalnya ASI atau apa.

Tapi, ketika dia sudah mulai tumbuh, sudah mulai bisa jalan, itu udah harusnya udah enggak se menggemaskan pas saat bayi.

Jadi yang gemuk itu bukan lagi lucu, tapi itu bahaya gitu.

Jadi kalau anggapan tadi yang gemuk itu sehat itu justru salah.

Karena, kita katakan sehat itu harus, kalau anak-anak ya, anak sampai remaja itu harus pertumbuhannya baik, perkembangannya baik.

Berarti kalau dari segi pertumbuhan aja dia udah kelebihan berat badan, dia sudah masuk ke kategori obesitas, berarti kan dia enggak ideal, enggak gizi baik gitu ya.

Artinya ya itu enggak sehat gitu.

Jadi salah anggapannya kalau gemuk itu sehat.

Mungkin gemuk itu berbahaya gitu aja.”

Simak penjelasan lengkapnya di sini

Profil Dokter

dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, merupakan Dokter Spesialis Anak yang kini berpraktik di RS UNS Sukoharjo dan Balai Kesehatan Masyarakat Ambarawa.

dr. Aisya menyelesaikan pendidikan SMA lewat program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta.

Tertarik dengan dunia kedokteran, dr. Aisya kemudian menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Di Universitas tersebut, dia menyelesaikan studi dokter umum dan melanjutkan pendidikan spesialis anak.

Selama masa studinya, ia aktif sebagai asisten dosen dan peneliti.

Pengalaman kerja dr. Aisya sangat beragam.

dr. Aisya pernah bekerja sebagai dokter internship di RSUD Pandanarang Boyolali dan Puskesmas Boyolali II, kemudian berlanjut sebagai dokter umum di berbagai institusi termasuk Klinik Kimia Farma Adi Sucipto dan RS UNS.

Pada tahun 2023, ia pernah bekerja di RSU Asy Syifa Sambi Boyolali.

dr. Aisya kemudian bergabung dengan RS UNS Sukoharjo sebagai dokter spesialis anak, serta menjadi dosen dan staf pengajar hingga kini.

Selain itu, sekarang ia juga berpraktik di RSU Hidayah Boyolali serta RS Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.

Aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi

Tidak hanya aktif dalam praktik medis, dr. Aisya juga dikenal karena keterlibatannya dalam berbagai pelatihan dan organisasi.

Ia telah mengikuti banyak pelatihan seperti Pediatric Fundamental Critical Care Support (PFCCS) dan Resusitasi Neonatus, yang menambah keahliannya dalam bidang pediatri.

Dedikasi dan keahliannya telah diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk Juara Favorit I Duta Bahasa Jawa Tengah dan Juara I Lomba Debat Inggris antar Fakultas Kedokteran Se-Jawa Bali.

Ia juga aktif menulis dan meneliti, dengan beberapa karyanya diterbitkan dalam jurnal medis.

Profil lengkap dr. Aisya Fikritama, Sp.A dapat dibaca di sini.

(TribunHealth.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.