TRIBUNHEALTH.COM - Serat makanan adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh.
Tidak seperti karbohidrat olahan, serat makanan tidak menyebabkan peningkatkan gula darah yang cepat.
Sebaliknya, serat dapat memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah.
Ada dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tidak larut, di mana keduanya berperan dalam perawatan diabetes.
Baca juga: 5 Pilihan Nasi Ramah Diabetes, Tidak Melonjakkan Gula Darah
Sebuah tinjauan tahun 2018 yang diterbitkan dalam Journal of Chiropractic Medicine menemukan, asupan serat yang lebih tinggi dikaitkan dengan kadar glukosa darah puasa yang lebih rendah.
American Diabetes Association merekomendasikan agar orang dewasa mengonsumsi sekitar 22-35 gram serat setiap hari dari sumber makanan.
Menurut ahli gizi, Vidhi Chawla, asupan serat yang konsisten dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mendukung pengelolaan berat badan yang lebih baik, dan ini sangat penting bagi penderita diabetes.
Baca juga: 8 Makanan Sehari-hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Diabetes
Makanan Tinggi Serat yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes
Berikut ini beberapa pilihan makanan tinggi serat yang aman dikonsumsi penderita diabetes dan membantu mengelola kadar gula darah.
1. Alpukat
Alpukat kaya akan serat dan lemak tak jenuh tunggal yang sehat.
Sekitar 100 gram alpukat menyediakan hampir 6,7 gram serat.
Lemak ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mendukung kesehatan jantung.
Dengan kandungan gula yang sangat rendah, alpukat ideal untuk penderita diabetes dan dapat ditambahkan ke dalam salad, smoothie, atau roti panggang gandum utuh.
2. Buah beri
"Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry rendah gula tetapi tinggi serat dan antioksidan," jelas Chawla.
Misalnya, 100 gram raspberry mengandung sekitar 6,5 gram serat.
Kandungan seratnya memperlambat penyerapan glukosa, sementara antioksidan membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan diabetes.
Baca juga: 10 Fakta Kesehatan Yogurt Yunani, Bagus untuk Tulang hingga Diabetes Tipe 2
3. Buah pir
Buah pir berukuran sedang mengandung sekitar 6 gram serat, terutama jika dimakan bersama dengan kulitnya.
Pir juga membantu rasa kenyang, yang membantu mencegah makan berlebihan, yang merupakan tantangan umum dalam pengelolaan diabetes.
4. Brokoli
Brokoli menawarkan sekitar 2,2 gram serat per cangkir, kaya antioksidan, dan vitamin.
Kandungan kalorinya yang rendah dan seratnya yang tinggi membantu mengatur pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap setabil.
Baca juga: 6 Fakta Brokoli Berikan Dampak Positif pada Tubuh, Termasuk Kelola Gula Darah
5. Kacang polong
Satu cangkir kacang polong yang dimasak mengandung sekitar 8,8 gram serat.
Kacang polong dicerna secara perlahan, yang membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan dan memberikan rasa manis alami tanpa beban glukosa yang berlebihan.
6. Kacang lentil
Kacang lentil adalah makanan pokok ramah yang ramah bagi penderita diabetes, yang menawarkan hampir 7,9 gram serat per 100 gram.
Kacang ini memiliki indeks glikemik rendah dan menyediakan protein nabati, zat besi, dan folat.
Chawla mencatat bahwa kacang lentil sangat baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil setelah makan.
Baca juga: 8 Buah-buahan Terbaik untuk Penderita Diabetes, Bantu Mengelola Gula Darah Secara Alami
7. Jelai dan oatmeal
Baik jelai ataupun oatmeal, kedua makanan tinggi serat ini akan membentuk zat seperti gel di dalam usus.
Ini memperlambat penyerapan glukosa dan juga membantu menurunkan kolesterol.
Satu cangkir jelai yang dimasak menyediakan sekitar 6 gram serat, sedangkan setengah cangkir oatmeal menawarkan sekitar 4 gram serat.
Untuk memulai mengonsumsi makanan tinggi serat, cobalah untuk mengganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh.
Tambahkan sayuran sebagai pendamping makanan, sertakan buah-buahan dengan kulitnya.
Menurut Chawla, membagi asupan serat ke dalam beberapa waktu makan dan minum cukup air dapat mendukung pencernaan sekaligus mengelola gula darah bagi penderita diabetes.
(Tribunhealth.com)
Baca juga: 6 Fakta Makan Bayam Secara Teratur Berdampak Positif pada Tubuh