Pertanyaan:
“Dokter. Apakah benar pakaian atau handuk yang lembab bisa memicu infeksi kulit? Nah, ini cara mencegahnya gimana, Dokter?”
(Jurnalis TribunHealth.com dalam Talk Show Healthy Talk “Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta”)
Jawaban Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Ambar Aliwardani, Sp.DVE:
“Ya, tentu saja.
Pakaian lembab ataupun handuk yang masih basah jika kita tetap gunakan menjadi media yang subur sekali ya untuk pertumbuhan jamur bahkan bakteri gitu.
Kalau kita musim hujan ini tadi udaranya panas, lengket, keringetan kita enggak ganti baju atau bahkan malas mandi kan area-area yang lembab itu jadi tempat media untuk tumbuhnya sih bakteri dan jamur tadi.
Handuk kalau masih basah kita pakai lagi ya tentu saja ya.
Bahkan parasit pun mungkin juga akan suka sekali di tempat-tempat kayak gitu.
Jadi rutin mandi pagi dan sore terutama setelah beraktivitas yang berkeringat.
Handuknya juga kalau memang sudah basah ya diganti.
Baju juga kalau kita sudah basah berkeringat jangan dipakai lagi.
Itu handuk baju jangan berganti-gantian juga karena kita enggak tahu nih yang kita pinjami apakah dia sudah ada infeksi bakteri atau jamur engga ya, nanti akan saling menularkan.”
Baca juga: Bumbu Dapur KAya Antioksidan, Berikut 6 Khasiat Oregano untuk Kesehatan
Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Breakout adalah istilah umum dalam perawatan kulit yang merujuk pada munculnya jerawat, bintik-badai, atau ruam secara tiba-tiba.
Kondisi ini terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh sebum (minyak alami kulit), sel kulit mati, dan bakteri, menyebabkan peradangan yang tampak sebagai benjolan merah, komedo putih, atau bahkan jerawat bernanah.
Secara umum, beberapa hal yang mendorong terjadinya breakout selama musim hujan sebagai berikut.
1. Kelembaban Tinggi
Udara lembab di musim hujan membuat kulit cenderung memproduksi lebih banyak minyak, sekaligus meningkatkan keringat.
Kombinasi ini menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab jerawat.
2. Keringat dan Iritasi
Kelembaban yang tinggi membuat tubuh lebih mudah berkeringat.
Keringat yang bercampur dengan minyak, polusi, dan bakteri dapat menyumbat pori-pori lebih mudah.
3. Perubahan Suhu Mendadak
Pergantian antara udara lembab di luar dan ruangan ber-AC dapat membuat kulit "stres" dan memicu produksi minyak berlebih sebagai respons perlindungan.
4. Kontaminasi dari Air Hujan
5. Kebiasaan Menyentuh Wajah
Di musim hujan, orang cenderung lebih sering menyeka wajah karena air hujan atau keringat, meningkatkan transfer bakteri dari tangan ke wajah.
6. Pakaian Lembab
Pakaian yang lembab akibat kehujanan dapat menciptakan gesekan dan iritasi pada kulit, terutama di area tubuh seperti punggung dan dada.
(TribunHealth.com)